Menteri ESDM Bahlil Klaim Kadar Air B50 Lebih Rendah dari B40, Target Edar Juli 2026

Penulis: Lendra Saputra  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 22:36:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil menyatakan kadar air B50 lebih rendah dibanding B40 berdasarkan uji coba terkini.

SULAWESI TENGGARA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan klaim tersebut di Jakarta, Jumat (19/6). Ia merujuk pada hasil uji coba yang dipimpin langsung oleh Dirjen EBTKE, Prof. Eniya Listiani Dewi. "Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit," ujar Bahlil.

Uji Coba Meliputi Alat Berat hingga Kapal Laut

Bahlil menjelaskan uji coba B50 tidak terbatas pada kendaraan darat biasa. Tim ESDM menguji campuran 50 persen minyak sawit ini pada mesin perkeretaapian, kapal laut, alat berat di sektor pertambangan, hingga alat mesin pertanian. "Ekskavator, alat pertanian semuanya sudah dilakukan," lanjutnya.

Hasil uji coba yang disebut "sangat menggembirakan" itu menjadi dasar optimisme pemerintah. Bahlil yakin peluncuran B50 bisa berjalan sesuai jadwal. "Insya Allah kami sangat optimis untuk implementasi launching B50 pada 2026, 1 Juli," tegasnya.

Spesifikasi Lebih Ketat dengan Kadar Air Turun 20 PPM

Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi mengungkapkan spesifikasi B50 sudah disepakati seluruh pemangku kepentingan. Parameter kualitasnya lebih ketat dibanding program B40 saat ini. Salah satu poin penting adalah penurunan kadar air atau water content sebesar 20 PPM.

"Dari alat berat terus dipastikan speknya sudah turun 20 PPM untuk water content dan seterusnya monogliserida dan lain-lain. Itu sudah mereka sanggup dengan spek tersebut," jelas Eniya, Rabu (17/6). Pernyataan ini menegaskan bahwa produsen biodiesel telah menyatakan kesanggupan memenuhi standar baru tersebut.

Dua Kepmen Jadi Landasan Hukum Mandatori B50

Pemerintah saat ini tengah merampungkan dua Keputusan Menteri (Kepmen) sebagai payung hukum. Satu Kepmen mengatur mandatori penggunaan B50 secara nasional, sementara Kepmen lainnya mengatur rincian alokasi volume biodiesel untuk semester kedua tahun ini.

"Mandatorinya di Kepmen. Kepmen mandatori sudah, Pak Menteri tinggal teken. Terus lanjut saya sedang bahas dengan Migas (alokasi)," kata Eniya. Ia menambahkan pihaknya juga menghitung proyeksi kenaikan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta memastikan kesiapan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME).

Dengan rampungnya regulasi ini, Eniya optimistis distribusi B50 bisa berjalan stabil. "Kesiapan volume dari FAME-nya juga. Kalau B50 tinggal go saja," paparnya.

Reporter: Lendra Saputra
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top