KOLAKA UTARA — Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara secara resmi melepas kontingen kafilah yang akan berlaga di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi. Pelepasan ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Kolaka Utara dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, serta para keluarga peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Kolaka Utara menekankan bahwa keikutsertaan dalam MTQ bukan hanya bertujuan meraih prestasi. Momen ini dinilai strategis untuk memperkuat tali silaturahmi antar sesama kafilah dari berbagai daerah. “Ini adalah ajang untuk saling belajar dan mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar Bupati.
Lebih jauh, pelepasan kafilah ini dijadikan momentum untuk menegaskan kembali komitmen daerah dalam pembinaan generasi Qur’ani. Program pembinaan ini diharapkan mampu membentuk karakter anak muda yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Kafilah Kolaka Utara yang diberangkatkan kali ini terdiri dari puluhan qari, qariah, hafiz, dan hafizah. Mereka telah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif beberapa bulan terakhir. Pemerintah daerah berharap kontingen ini bisa membawa pulang gelar juara dan mengharumkan nama Kabupaten Kolaka Utara di tingkat provinsi.
“Kami sudah mempersiapkan mereka dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT meridhoi langkah mereka dan memberikan hasil yang terbaik,” tambah Bupati dalam sambutannya.
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memastikan seluruh kebutuhan kafilah selama mengikuti MTQ telah terpenuhi. Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan pendukung lainnya. Dukungan ini diberikan agar para peserta bisa fokus dan tampil maksimal dalam setiap cabang lomba yang diikuti.
Pelepasan kafilah ini juga menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan para ulama dalam memajukan syiar Islam di Bumi Patikala. Semangat ini diharapkan terus berlanjut meski ajang MTQ telah usai.
Partisipasi dalam MTQ dinilai memiliki dampak positif yang signifikan bagi generasi muda. Selain mengasah kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, ajang ini juga melatih mental, kedisiplinan, dan rasa percaya diri. “Anak-anak ini adalah aset daerah. Lewat MTQ, mereka belajar untuk berkompetisi secara sehat dan berprestasi,” pungkas Bupati.