SULAWESI TENGGARA — PLN tidak main-main dalam mentransformasi layanannya di tanah Papua. Sebanyak 24 pegawai dari Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat baru saja menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi pilot pesawat udara nirawak (drone) yang digelar di Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Waena, Kota Jayapura. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan penuh itu bekerja sama dengan Drone Pilot Academy (DPA) sebagai lembaga pelatihan resmi.
Menerbangkan drone untuk inspeksi jaringan listrik ternyata jauh berbeda dengan sekadar hobi. Apalagi di Papua yang punya dinamika cuaca dan alam yang ekstrem. “Risikonya tinggi. Kami pastikan kawan-kawan PLN tidak cuma mahir bermanuver, tetapi juga paham betul prosedur keselamatan dan sigap mengambil keputusan saat ada kondisi darurat di udara,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), Danang Firmansyah.
Selama pelatihan, para peserta dibekali teknik pengoperasian drone, prosedur keselamatan penerbangan, pengambilan data pemetaan, hingga perawatan unit. Semua materi ini dirancang agar petugas memiliki legalitas resmi dan mematuhi standar keselamatan kerja yang ketat.
Selama ini, petugas PLN harus berjalan kaki menembus hutan dan perbukitan untuk memeriksa kondisi jaringan listrik. Kini, dengan drone bersertifikat, pekerjaan itu bisa dilakukan dari jarak aman dengan akurasi visual tinggi. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa teknologi ini menjadi solusi strategis di tengah keterbatasan akses darat.
“Petugas tidak perlu lagi menghadapi risiko tinggi saat melakukan inspeksi visual di area ekstrem. Keselamatan kerja lebih terjamin dan keandalan pasokan tetap terjaga,” jelas Roberth. Ia menambahkan, hasil pemantauan yang presisi secara langsung memangkas waktu respons petugas dalam menangani potensi gangguan jaringan.
PLN berkomitmen terus mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan tangkas. Dengan memiliki pilot drone internal yang bersertifikat, perusahaan berharap bisa memitigasi gangguan secara cepat, aman, dan efisien di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat. Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi digital PLN untuk memastikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.