KONAWE — Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe menerbitkan surat undangan tertanggal 2 Oktober 2026 sebagai dasar penyelenggaraan pameran. Surat itu menetapkan lokasi kegiatan di Lapangan Eks STQ dan menegaskan tema "Inovasi Daerah untuk Negeriku" sebagai payung seluruh rangkaian acara.
Komposisi peserta terbesar berasal dari wilayah administratif: 291 desa, 57 kelurahan, dan 28 kecamatan. Sisanya diisi OPD lingkup Pemkab Konawe, instansi vertikal, perusahaan swasta, pelaku UMKM, serta organisasi mitra pemerintah daerah.
Pedoman teknis kegiatan membagi inovasi ke dalam sejumlah kategori. Mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pertanian dan perikanan cerdas, lingkungan hidup, ekonomi sirkular, pendidikan, kebudayaan, pariwisata digital, sampai pemberdayaan ekonomi dan UMKM.
Setiap peserta wajib membawa minimal satu inovasi unggulan yang sudah atau sedang diterapkan di lingkungan kerjanya. Materi visual pendukung bisa berupa banner, brosur, video demonstrasi, atau replika fisik inovasi yang dipajang di stan.
Peserta juga diminta menempatkan sedikitnya dua personel atau operator yang menguasai aspek teknis inovasi. Mereka bertugas mendampingi pengunjung selama pameran berlangsung.
Panitia tidak menerima semua program sebagai inovasi unggulan. Ada empat syarat utama yang harus dipenuhi peserta.
Pemkab Konawe menargetkan tiga hasil dari pameran ini: publikasi hasil inovasi kepada masyarakat, apresiasi bagi para inovator, dan pertukaran pengetahuan antarinstansi. Harapannya, praktik yang sudah berjalan di satu wilayah bisa direplikasi di wilayah lain.
Bagi desa dan kelurahan, forum ini menjadi kesempatan menunjukkan program yang selama ini jarang terekspos. Sebanyak 291 desa dan 57 kelurahan yang terdaftar berarti hampir seluruh wilayah administratif Konawe terwakili.
Pameran dibuka 11 November 2026. Hingga surat undangan diterbitkan, panitia masih membuka pendataan peserta dari kalangan UMKM dan organisasi mitra yang ingin menampilkan inovasinya di Lapangan Eks STQ.