KENDARI — Luapan Kali Wanggu kembali merendam kawasan permukiman di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Berdasarkan data sementara, sebanyak 35 rumah warga yang tersebar di RT 03, RT 09, dan RT 12 tergenang air akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak di dalam rumah. Hingga Sabtu (9/5) malam, tercatat 112 jiwa dari 42 kepala keluarga (KK) telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko kenaikan debit air susulan.
Guna meringankan beban pengungsi, Dinas Sosial Provinsi Sultra telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di sekitar lokasi bencana. Fasilitas ini difungsikan untuk mendistribusikan logistik dasar dan makanan siap saji bagi warga yang rumahnya belum bisa ditempati.
Selain logistik, aspek kesehatan menjadi prioritas penanganan di lapangan. Tim Dinas Kesehatan Sultra menyiagakan sejumlah ambulans dan petugas medis di posko darurat untuk mengantisipasi adanya korban luka maupun gangguan kesehatan pascabanjir.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Muhammad Fadlansyah, turun langsung memantau operasi evakuasi hingga larut malam. Ia menegaskan bahwa seluruh instansi teknis telah diinstruksikan untuk tetap berada di lapangan hingga situasi benar-benar terkendali.
“Kami pastikan semua kebutuhan terpenuhi dan warga aman,” ujar Muhammad Fadlansyah saat meninjau kondisi pengungsi di lapangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra, Andi Syahrir, menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan kondisi lingkungan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra saat ini tengah berfokus pada pemantauan cuaca dan normalisasi aliran sungai.
“Instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra langsung bergerak sejak menerima informasi awal,” kata Andi Syahrir mengonfirmasi laporan penanganan Sabtu malam.
Meski debit air di kawasan Kali Wanggu terpantau mulai surut pada Sabtu malam, warga diminta tetap waspada. Pemprov Sultra mencatat kasus ini menambah panjang daftar bencana hidrometeorologi di wilayah Sulawesi Tenggara yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.
Petugas di lapangan masih terus bersiaga untuk memantau pergerakan air sungai, mengingat potensi hujan deras masih mungkin terjadi di wilayah hulu yang dapat memicu kiriman air kembali ke wilayah hilir Kota Kendari.