MUNA — Sebanyak 70 persen petani di Kabupaten Muna masih mengandalkan metode tanam dan panen tradisional dengan akses terbatas terhadap alat mesin pertanian (alsintan) serta pasar. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah pertama yang diidentifikasi oleh pengurus DPD Tani Merdeka Muna yang baru dilantik, Selasa (12/5/2026), di Desa Latampu, Kecamatan Parigi.
Ketua DPD Tani Merdeka Muna, La Fedumu, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni. "Muna memiliki potensi dan peluang besar, lahan yang luas, komoditi yang unggul seperti padi, jagung dan holtikultura serta tenaga kerja pertanian yang melimpah. Namun, kita tidak menutup mata bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi," ujarnya.
Petani di Pinggiran Harus Jadi Garda Terdepan
La Fedumu menyebut selama ini petani Muna kerap berada di pinggiran kebijakan. Dengan terbentuknya kepengurusan ini, ia ingin petani menjadi garda terdepan perubahan sosial dan ekonomi di daerah. "Presiden kita terus bekerja dengan berbagai terobosan kebijakan yang berpihak pada petani. Misalnya menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, bantuan alsintan, pompanisasi, HPP gabah Rp6.500/kg dan HPP jagung pakan Rp5.500/kg," tegasnya.
Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Anggota DPD RI Amirul Tamim, Bupati Muna Bachrun Labuta, serta jajaran Forkopimda. Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, turut hadir secara virtual melalui Zoom dan berjanji akan memfasilitasi setiap program yang diusulkan pengurus daerah.
Janji Fasilitasi Langsung ke Presiden Prabowo
Don Muzakir menyatakan bahwa setiap usulan dari DPD Tani Merdeka Muna akan disampaikan langsung kepada Menteri Pertanian dan Presiden Prabowo Subianto. "Insya Allah saya akan ke Muna, saya sementara cari waktu. Apapun programnya akan saya sampaikan sama Presiden, semua keperluan akan kita fasilitasi," ungkapnya dalam sambutan virtual.
Sementara itu, Ketua OKK DPW Tani Merdeka Sulawesi Tenggara, La Ode Abdul Muis, mengajak pengurus untuk segera melakukan konsolidasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. "Mari kita jadikan Tani Merdeka sebagai rumah perjuangan petani. Rumah yang terbuka dan inklusif," katanya.
Panen Raya Jadi Simbol Awal Perjuangan
Usai pelantikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan panen raya padi di sawah milik Ketua DPD Tani Merdeka Muna, La Fedumu, di lokasi yang sama. Panen raya itu menjadi simbol bahwa organisasi ini tidak hanya bergerak di level advokasi, tetapi juga langsung turun ke lahan produktif.
Kabupaten Muna memiliki lahan pertanian yang luas dengan komoditas utama padi, jagung, dan hortikultura. Dengan kepengurusan baru ini, DPD Tani Merdeka Muna menargetkan peningkatan produktivitas melalui adopsi teknologi dan perluasan akses pasar, sejalan dengan program nasional ketahanan pangan.