SULAWESI TENGGARA — Kenaikan volume bongkar muat peti kemas ini tidak hanya menjadi indikator pulihnya aktivitas perdagangan. Bagi warga Belawan, angka itu juga membangkitkan optimisme di tengah dinamika ekonomi nasional. Pelabuhan Belawan selama ini menjadi denyut nadi utama perputaran uang di kawasan tersebut.
Di tengah kabar baik dari Pelindo, Organisasi Kemasyarakatan Anak Belawan Bersatu (ABB) kembali bergerak setelah vakum cukup lama. Organisasi yang dikenal sebagai pengawas aktivitas ekonomi di kawasan pelabuhan itu kini hadir dengan wajah baru. Ketua Umum ABB Dedi Satria Ainal menyebut organisasinya telah melalui proses pembenahan besar-besaran.
"Saya menyebutnya ABB hasil upgrade. Kami ingin menjadi organisasi yang lebih matang, lebih profesional, dan lebih siap menghadapi tantangan ke depan," ujar Dedi dalam Forum Grup Diskusi (FGD) bertajuk "Persiapkan SDM untuk Kemajuan Kepelabuhan dan Pesisir Kota Medan", Selasa (7/7/2026).
Pembenahan itu tidak hanya soal struktur. Sekretaris Jenderal ABB, Ary Wahyudi Nasution, menegaskan pola pikir seluruh pengurus juga diubah. "Kami sepakat untuk tidak lagi membahas hal-hal yang bersifat ghibah. Fokus kami adalah program kerja. Biarlah prestasi yang nantinya berbicara tentang kami," katanya.
Semangat perubahan itu diwujudkan dalam langkah konkret. ABB membentuk kepala departemen baru, menggunakan logo baru, menempati sekretariat baru, hingga menyusun visi dan misi yang selaras dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Dedi Satria Ainal membagi fokus kerja organisasi ke dalam dua wilayah utama: darat dan laut. ABB memilih memusatkan perhatian pada sektor maritim. "Kami memberikan kesempatan kepada rekan-rekan ormas lain untuk lebih banyak berperan di darat. Sedangkan ABB akan fokus pada wilayah laut, mulai dari kawasan pelabuhan, pesisir hingga garis pantai," jelas Wahyudi.
Wahyudi menilai peningkatan arus peti kemas menjadi momentum yang tepat bagi ABB untuk mengambil peran lebih besar. Organisasi itu kini tengah menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompeten untuk mendukung program-program produktif.
"Tidak masalah jika secara kuantitas lebih sedikit, yang terpenting kualitasnya meningkat. Dengan SDM yang lebih kompeten, kami ingin bekerja secara profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat," tegas Wahyudi.
Menurutnya, semakin ramai aktivitas perdagangan di Pelabuhan Belawan, semakin besar pula peluang ekonomi yang bisa dirasakan masyarakat. "ABB ingin menjadi bagian dari upaya menjaga dan mendorong harapan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi di Belawan terus meningkat," pungkasnya.
Meski kedua peristiwa—kenaikan arus peti kemas dan bangkitnya ABB—tidak memiliki keterkaitan langsung secara struktural, keduanya membawa dampak psikologis yang positif. Volume peti kemas yang meningkat mencerminkan perdagangan yang menggeliat, sementara kehadiran kembali ABB menjadi simbol harapan baru bagi warga pesisir.