BYD Cetak 5.264 Unit Wholesales Bulan Lalu, Stok Lama Jadi Penopang Utama

Penulis: Naufal Aditama  •  Rabu, 22 Juli 2026 | 10:07:31 WIB
BYD mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 5.264 unit pada Juni 2026, didorong oleh stok impor tahun lalu.

SULAWESI TENGGARA — Setelah sempat terpuruk di bulan Mei dengan hanya 895 unit terjual secara wholesales, BYD membalikkan keadaan dengan mencetak 5.264 unit pada bulan Juni 2026. Secara retail, merek asal Shenzhen ini mencatat 3.757 unit. Angka ini menjadi sinyal bahwa permintaan terhadap mobil listrik BYD di Indonesia masih tinggi, meskipun ada dugaan bahwa produksi lokal belum dimulai hingga bulan lalu.

Stok Tahun Lalu Jadi Andalan Saat Transisi Pabrik

Proses pembangunan pabrik BYD di Indonesia memang berjalan lebih lambat dari ekspektasi awal. Hingga kuartal kedua 2026, pabrik tersebut masih dalam tahap transisi menuju produksi lokal. Kondisi ini membuat BYD harus mengandalkan stok unit impor dari tahun lalu untuk memenuhi permintaan pasar.

Bulan lalu, model paling laris yang mendongkrak penjualan adalah Atto 1. Model ini sebelumnya hanya terjual puluhan unit per bulan, namun tiba-tiba melesat ke ribuan unit pada Juni. Dugaan kuat, BYD sedang mengosongkan stok lama sebelum produksi lokal benar-benar berjalan penuh.

Dua Model Masih Impor, Seal dan Atto 3

Dari seluruh model yang dijual BYD di Indonesia, hanya dua yang masih diimpor langsung dari China: sedan Seal dan SUV kompak Atto 3. Seal masuk kategori sedan yang memang pasarnya lebih kecil di Indonesia. Sedangkan Atto 3, performa penjualannya kalah jauh dari Sealion 7 sepanjang tahun ini.

Sisanya, termasuk M6 EV, Denza D9, dan Sealion 7, sudah mulai dirakit secara lokal meskipun tidak semua varian bisa langsung diproduksi. Ini menandakan bahwa rantai pasok dan kesiapan pabrik masih bertahap.

Pasar Mobil Listrik Masih Dikuasai BYD

Meski sempat tertinggal dari kompetitor senegaranya di bulan Mei, BYD berhasil merebut kembali posisi teratas di pasar mobil listrik Indonesia. Capaian ini terjadi di tengah kondisi pasar yang belum pulih akibat faktor ekonomi dan harga mobil yang terus naik. Insentif kendaraan listrik yang ditunggu-tunggu juga belum kunjung diberlakukan, membuat strategi penjualan BYD makin bergantung pada stok dan harga kompetitif.

BYD juga mulai merambah segmen PHEV dengan M6 DM yang menjadi model pertama mereka di kategori ini. Sepanjang semester pertama 2026, M6 tercatat sebagai model PHEV terlaris di Indonesia, menambah portofolio merek ini di luar mobil listrik murni.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: ridertua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top