SULAWESI TENGGARA — Direktur Utama KAI Logistik Yuskal mengungkapkan, kinerja terbaik perusahaan terjadi pada Juni 2026. Pada bulan tersebut, volume angkutan tembus 1,9 juta ton, setara 22 persen dari total angkutan semester pertama.
"Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelanggan sekaligus menunjukkan kemampuan perusahaan merespons dinamika industri melalui strategi bisnis yang adaptif dan peningkatan kualitas layanan," ujar Yuskal dalam keterangan resmi.
Secara rinci, KAI Logistik mengelola angkutan sebesar 5,1 juta ton pada triwulan II 2026. Jumlah ini melonjak dibandingkan triwulan I yang hanya mencapai 3,6 juta ton.
Peningkatan volume terjadi hampir di seluruh lini bisnis. Komoditas utama yang mendorong pertumbuhan antara lain batu bara, semen, kontainer, ritel, dan limbah B3.
KAI Logistik mulai memperluas layanan Business to Business (B2B) lewat platform KALOG Pro. Salah satu langkah strategisnya adalah menghadirkan jasa angkutan crude palm oil (CPO) di Sumatera Utara.
Hingga akhir semester I 2026, layanan ini telah mengangkut sekitar 28 ribu ton CPO. Perusahaan menargetkan volume tersebut bisa mencapai 200 ribu ton per tahun ke depan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas pangsa pasar logistik berbasis kereta api sekaligus mendukung distribusi komoditas strategis nasional.
Yuskal mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat aspek operasional, komersial, dan pengembangan infrastruktur. Tujuannya menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.
Beberapa prioritas ke depan meliputi peningkatan kapasitas angkut, perluasan layanan multikomoditas, serta penguatan sistem keselamatan dan tata kelola operasional. "Kami ingin menghadirkan layanan logistik berbasis kereta api yang aman, efisien, dan berdaya saing," pungkas Yuskal.