KENDARI — Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyebut bergabungnya Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo ke Universitas Bima Sakapenta (UBISA) sebagai momentum strategis. Ia menilai langkah ini bukan sekadar bentuk kepedulian terhadap pendidikan, tetapi juga memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang tengah dibangun Polri bersama puluhan kampus di Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia,” ujar Wakapolri.
Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya masih dalam proses menuju pembentukan dan kerja sama.
Wakapolri menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar target administratif. Yang lebih penting, kata dia, adalah bagaimana pusat studi ini menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus.
“Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Dedi Prasetyo.
Jejaring ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Police Science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing.
Menurut Wakapolri, tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital menuntut Polri untuk semakin dekat dengan ilmu pengetahuan.
“Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi Polri dan perguruan tinggi, semakin kuat pula fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang. Ia menilai kampus adalah pilar utama dalam membangun peradaban.
“Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.
Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo diterima langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, Sekretaris Yayasan, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II, jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.
Rektor UBISA menyambut baik dan berharap pengalaman serta jejaring akademik jenderal bintang dua tersebut dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.
“Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor UBISA.
Kolaborasi ini diharapkan membuka ruang yang semakin luas bagi sinergi perguruan tinggi dengan Polri. Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kepolisian yang semakin berbasis riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.