Kontribusi Ekonomi MIND ID ke Daerah Tembus Rp 180 Triliun, Setoran ke Negara Capai Rp 32,82 Triliun

Penulis: Panji Pratama  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:18:31 WIB
MIND ID mencatat kontribusi ekonomi ke daerah mencapai Rp 180 triliun, dengan setoran ke negara sebesar Rp 32,82 triliun.

SULAWESI TENGGARA — JAKARTA — Angka tersebut bukan sekadar catatan administratif. Dari total kontribusi itu, setoran yang masuk ke kas negara—melalui pajak dan dividen—mencapai Rp 32,82 triliun. Sisanya mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan UMKM, program tanggung jawab sosial, hingga belanja barang dan jasa dari pemasok lokal di sekitar area tambang.

Sebagai induk usaha dari PT Aneka Tambang (Antam), PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan PT Bukit Asam, MIND ID mengelola komoditas strategis seperti emas, tembaga, nikel, aluminium, dan batu bara. Dengan skala operasi sebesar itu, dampak ekonominya pun menyebar ke banyak kabupaten dan provinsi.

Uang Mengalir ke Daerah, Bukan Cuma ke Pusat

Kontribusi sebesar Rp 180 triliun itu tidak hanya berbentuk uang tunai. Sebagian besar terserap dalam rantai pasok lokal. Perusahaan-perusahaan di bawah MIND ID diwajibkan memprioritaskan pemasok dalam negeri, termasuk vendor jasa konstruksi, katering, hingga transportasi di daerah operasi.

Di Papua, misalnya, operasi Freeport Indonesia menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Di Sumatera Selatan, Bukit Asam menopang aktivitas ekonomi di sekitar tambang. Pola yang sama terjadi di operasi Antam yang tersebar dari Sulawesi Tenggara hingga Maluku Utara.

Belanja operasional yang masuk ke kantong pengusaha lokal itu kemudian berputar lagi—membayar upah pekerja, membeli bahan baku, dan membayar sewa—sehingga menciptakan efek berantai yang jauh lebih besar dari nominalnya.

Setoran ke Negara Jadi Penopang APBN

Porsi setoran pajak dan dividen sebesar Rp 32,82 triliun menjadi salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara bukan pajak dari sektor industri ekstraktif. Bagi pemerintah daerah, dana bagi hasil dari sektor minerba juga menjadi salah satu sumber pendapatan utama untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

Di luar itu, MIND ID juga menyalurkan dana untuk program pengembangan masyarakat. Fokusnya mencakup pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan bagi warga di sekitar tambang. Beberapa program bahkan dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja lokal agar bisa terserap di industri setelah tambang beroperasi.

Efek ke Depan: Hilirisasi Jadi Kunci

Ke depan, kontribusi ekonomi MIND ID berpotensi meningkat seiring dengan program hilirisasi mineral yang digenjot pemerintah. Dengan membangun smelter dan pabrik pengolahan di dalam negeri, nilai tambah komoditas mentah tidak lagi lari ke luar negeri.

Inalum, misalnya, tengah mengembangkan pabrik pemurnian alumina di Mempawah, Kalimantan Barat. Freeport juga membangun smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur. Proyek-proyek semacam ini menyerap ribuan tenaga kerja konstruksi dan akan membutuhkan ribuan pekerja operasional setelah berjalan.

Artinya, kontribusi Rp 180 triliun tahun lalu bisa menjadi pijakan awal. Jika hilirisasi berjalan sesuai rencana, aliran uang ke daerah—baik lewat pajak, dividen, maupun belanja lokal—akan semakin besar di tahun-tahun mendatang.

Bagi masyarakat di sekitar tambang, angka ini bukan sekadar statistik. Ia berarti jalan aspal yang mulus, puskesmas yang beroperasi, dan lapangan kerja yang terbuka tanpa harus merantau ke kota besar.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top