KONAWE SELATAN — Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Poros Kendari–Moramo, tepatnya di Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (16/8/2026) sore. Dua orang yang menaiki sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di tempat.
Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DT 5053 BS dan dump truk bernomor polisi DT 8237 BA. Kedua korban yang berada di atas motor ditemukan sudah tidak bernyawa saat petugas dan warga tiba di lokasi.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lapangan, sepeda motor berwarna hitam tersebut melaju dari arah Moramo menuju Kendari. Sementara itu, dump truk berwarna hijau datang dari arah berlawanan.
Diduga kuat, pengendara sepeda motor kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak bagian samping dump truk. Benturan keras membuat bagian depan sepeda motor ringsek parah.
Kekuatan tabrakan membuat kedua korban terpental dan mengalami luka berat. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan pertama, namun nyawa kedua korban tidak tertolong.
Setelah kejadian, kedua korban segera dievakuasi oleh warga dan petugas ke Puskesmas Lalowaru. Jarak lokasi kecelakaan dengan puskesmas tersebut sekitar satu kilometer.
Proses evakuasi berlangsung di tengah arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat banyaknya warga yang berkerumun untuk menyaksikan peristiwa nahas tersebut. Kemacetan terjadi di kedua arah selama beberapa saat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Moramo Utara masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga telah memasang garis polisi di sekitar area kecelakaan.
Olah TKP dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas korban maupun kronologi lengkap kejadian.
Jalan Poros Kendari–Moramo sendiri merupakan jalur utama yang cukup padat, terutama pada akhir pekan. Ruas jalan ini kerap menjadi titik rawan kecelakaan karena dilintasi kendaraan berat yang mengangkut hasil tambang dan perkebunan dari wilayah Moramo menuju Kota Kendari.