SULAWESI TENGGARA — Data RTI Business menunjukkan total saham yang berpindah tangan mencapai 59,12 miliar lembar. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 319 saham berhasil ditutup menguat, sementara 294 saham melemah dan 178 saham lainnya stagnan. Pergerakan ini memperpanjang tren positif IHSG setelah sehari sebelumnya berhasil menembus level psikologis 6.500.
Berdasarkan klasifikasi Indeks Sektoral IDX-IC, sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 0,62%. Sektor infrastruktur dan keuangan menyusul dengan masing-masing naik 0,47% dan 0,32%.
Sementara itu, tekanan jual paling dalam terjadi di sektor kesehatan yang terkoreksi 0,88%. Sektor transportasi dan teknologi juga berada di zona merah dengan penurunan masing-masing 0,48% dan 0,46%.
Dari sisi emiten, saham CSMI menjadi top gainer hari ini setelah melonjak 34,68%. Disusul GRIA dan SDMU yang masing-masing menguat 23,81% dan 17,07%. Di sisi berlawanan, HATM menjadi top loser dengan koreksi 12,31%, diikuti SMLE yang melemah 8,72% dan TCPI yang turun 7,94%.
Penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa kawasan Asia yang parkir di zona hijau pada sore hari ini. Indeks Hang Seng melesat 1,21% ke level 26.009,46, sementara indeks Shanghai naik tipis 0,04% ke 3.905,20 dan indeks Strait Times menguat 0,3% ke 5.688,96.
Kondisi berbeda terjadi di Jepang, di mana indeks Nikkei justru terkoreksi 0,30% ke level 66.016,36. Pergerakan ini menunjukkan rotasi modal yang masih berlanjut di pasar kawasan, dengan investor memilih pasar yang memberikan imbal hasil lebih menarik.
Dengan capaian hari ini, IHSG telah menguat dalam dua sesi beruntun. Pelaku pasar kini mencermati sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS dan data ekonomi China, untuk menentukan langkah selanjutnya di awal pekan depan.