SULAWESI TENGGARA — Keanehan itu pertama kali disadari saat para jurnalis internasional melihat langsung Nuvolari di Monterey Car Week. Di tengah kabin yang didesain minimalis ala Bauhaus—bahkan membuat generasi terakhir R8 tampak "lucu" di sebelahnya—kehadiran tombol sebesar itu di sudut bawah layar infotainment terasa janggal. Tombol darurat (hazard) memang wajar berukuran besar dan mudah dijangkau, tapi tombol untuk membuka tutup tangki BBM?
Editor-in-chief The Drive, Kyle Cheromcha, yang berkesempatan berbincang dengan Massimo Frascella, Chief Creative Officer dan Head of Design Audi, langsung menanyakan hal ini. Frascella sempat terdiam, bertukar pandang dengan staf humas yang mendampingi, lalu tertawa kecil.
"Saya rasa itu adalah posisi yang terasa logis dan tepat waktu dalam pengembangan interior," ujar Frascella singkat, sebelum menambahkan bahwa "tidak ada alasan khusus" di balik penempatannya. "Menarik. Itu bukan sesuatu yang secara khusus saya perhatikan, dan menarik Anda menanyakannya."
Meski Frascella enggan memberi jawaban gamblang, satu petunjuk penting terlontar darinya: "tepat waktu dalam pengembangan interior". Nuvolari berbagi platform dan powertrain dengan Lamborghini Temerario—pola yang sama seperti R8 yang berbagi basis dengan Gallardo dan Huracan. Bedanya, Nuvolari dikembangkan dalam waktu sangat singkat, hanya 405 hari dari sketsa hingga prototipe final.
Kecurigaan mengarah pada platform Lamborghini dan tenggat pengembangan yang ketat. Setelah ditelusuri lebih dalam, jawabannya ditemukan: Temerario juga memiliki tombol pembuka tutup tangki BBM di posisi yang persis sama. Hanya saja, tampilannya berbeda. Di Lamborghini, tombol tersebut berukuran kecil dan diletakkan rata di bagian horizontal konsol tengah, di bawah layar infotainment yang melayang. Di Audi, tombol itu berubah menjadi rocker switch besar yang tampak menyatu dengan panel infotainment.
Yang menarik, jika kedua mobil dilihat berdampingan, posisi tombolnya sama persis—termasuk tombol hazard di sisi kiri. Temuan ini mengarah pada satu kesimpulan: Audi kemungkinan tidak memiliki cukup waktu untuk merombak total tata letak kabel dan memindahkan tombol-tombol tersebut saat Nuvolari dirakit. Alih-alih mengubah posisi, desainer Audi memilih trik visual untuk menyamarkan kesamaan posisi tersebut semaksimal mungkin.
Audi sendiri menolak berkomentar lebih lanjut soal ini, sehingga tidak ada kepastian 100 persen. Namun, penjelasan ini adalah satu-satunya yang masuk akal. Ini bukan kritik—Nuvolari tetap sebuah pencapaian besar. Justru, temuan ini menjadi semacam "easter egg" bagi para penggemar otomotif yang gemar memperhatikan detail kecil seperti ukuran dan penempatan tombol. Lagipula, tidak ada yang berusaha menyembunyikan fakta bahwa Nuvolari berbasis pada Temerario. Dan sebuah bukti bahwa Audi berhasil menyamarkan asal-usulnya dengan baik: tombol tutup tangki BBM ini mungkin satu-satunya petunjuk paling jelas—selain suara raungan mesin V8-nya yang khas.