KENDARI — Tahapan akhir Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030 resmi berlangsung di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat Lantai 4. Proses pemungutan suara dilakukan secara tertutup dengan penjagaan ketat dari petugas keamanan kampus.
Pintu utama gedung Rektorat dijaga oleh petugas security yang berjaga sejak pagi. Di bagian samping gedung, personel gabungan TNI dan Polri turut bersiaga mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Berdasarkan hasil penjaringan tahap awal, Pilrek UHO diikuti tiga calon. Mereka adalah Prof. Ida Usman, Dr. Herman, dan Prof. Takdir Saili.
Ketiganya telah melewati serangkaian tahapan penjaringan sebelum masuk ke pemungutan suara oleh senat universitas. Pemilihan berlangsung tertutup, tanpa akses bagi awak media ke dalam ruang rapat.
Pemilihan ini dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Fauzan. Ia tiba di gedung Rektorat sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Kehadiran Wamendiktisaintek menjadi perhatian tersendiri di tengah proses pemilihan yang berlangsung tertutup. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kementerian maupun panitia Pilrek soal hasil pemungutan suara.
Salah satu anggota senat, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Suhadi S.KM., M.Kes, datang memilih dengan tongkat. Kondisi kesehatannya tidak menghalanginya untuk menunaikan hak suara.
Suhadi menyalurkan suaranya di ruang loby Rektorat, bukan di ruang rapat senat. Petugas keamanan bersama panitia Pilrek berjaga ketat di area tersebut selama proses berlangsung.
Langkah ini diambil agar anggota senat yang sedang sakit tetap bisa berpartisipasi tanpa harus masuk ke ruang rapat utama. Panitia menyiapkan fasilitas khusus di loby untuk mengakomodasi kondisi tersebut.
Pengamanan selama Pilrek UHO dilakukan berlapis. Security kampus berjaga di pintu utama, sementara aparat TNI-Polri bersiaga di sisi samping gedung.
Sejumlah awak media yang meliput di lokasi hanya bisa memantau dari luar gedung. Akses masuk ke ruang rapat senat dibatasi hanya untuk anggota senat dan panitia.
Pilrek UHO 2026-2030 menjadi penentu arah kepemimpinan universitas negeri terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut. Hasil pemungutan suara akan menentukan siapa yang memimpin UHO lima tahun ke depan.