SULAWESI TENGGARA — BYD memperkenalkan teknologi flash charging di Jakarta, diklaim mampu mengisi baterai mobil listrik dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit. Inovasi ini diperkenalkan bersama Blade Battery generasi kedua sebagai jawaban atas keluhan konsumen soal lamanya waktu pengisian. Pengisian dari 10 persen hingga 97 persen disebut hanya butuh sekitar sembilan menit.
Wakil Presiden BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager Divisi Penjualan Otomotif Asia Pasifik BYD, Liu Xueliang, menyampaikan teknologi flash charging dirancang agar pengalaman mengisi baterai mobil listrik semakin mendekati waktu pengisian bahan bakar kendaraan konvensional. Ia mengatakan tim BYD menerima keluhan serupa dari konsumen di berbagai wilayah Indonesia selama kunjungan perusahaan.
Keluhan utama yang diterima bukan soal harga atau desain, melainkan akses ke stasiun pengisian daya dan durasi pengisian yang dianggap terlalu lama. Liu menuturkan, konsumen tertarik beralih ke mobil listrik tetapi terhambat dua persoalan itu.
Teknologi flash charging diperkenalkan bersama Blade Battery generasi kedua. Kombinasi keduanya diklaim memangkas waktu pengisian secara signifikan dibandingkan teknologi yang beredar saat ini.
Liu menjelaskan, pengisian sengaja tidak diarahkan hingga penuh karena sebagian kapasitas baterai disisakan untuk mendukung pengereman regeneratif. Sistem pengereman regeneratif membutuhkan ruang pada baterai untuk menampung energi yang dihasilkan saat kendaraan melambat.
Selama kunjungan ke sejumlah daerah, tim BYD mendengar keluhan yang sama berulang kali. Liu menuturkan, banyak calon pembeli sudah tertarik memiliki mobil listrik tetapi urung karena keterbatasan infrastruktur di sekitar tempat tinggal mereka.
"Mereka mengatakan, saya sangat ingin punya mobil listrik, tapi di tempat saya sulit sekali mengakses stasiun pengisian daya," ujar Liu di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Persoalan itu, menurut Liu, tidak bisa dijawab hanya dengan menambah kapasitas baterai. Pendekatan yang diambil BYD adalah mempercepat waktu pengisian supaya durasi berhenti di stasiun pengisian tidak jauh berbeda dari mengisi bensin.
Klaim waktu pengisian lima menit baru bisa dirasakan konsumen jika tiga komponen mendukung secara bersamaan. Baterai kendaraan harus kompatibel, kemampuan kendaraan menerima daya harus memadai, dan stasiun pengisian yang digunakan harus punya kapasitas daya cukup besar.
Tanpa jaringan flash charging yang tersedia luas, konsumen belum tentu merasakan waktu pengisian seperti yang diklaim. Kecepatan pengisian tidak ditentukan baterai saja, tetapi juga kemampuan kendaraan menerima daya serta kapasitas stasiun pengisian.
Ketersediaan fasilitas flash charging menjadi faktor penting apabila teknologi ini akan diterapkan secara luas di Indonesia. Hingga pengumuman ini, BYD belum merinci rencana pembangunan jaringan stasiun pengisian cepat di dalam negeri maupun model apa saja yang akan mendapat Blade Battery generasi kedua.