SULAWESI TENGGARA — BYD Motor Indonesia menyatakan BYD Atto 2 segera masuk pasar Indonesia dengan teknologi Blade Battery generasi kedua dan sistem Flash Charging. SUV listrik kompak ini akan mengisi celah antara Atto 1 dan Atto 3, meski tanggal peluncuran dan harga resminya belum diumumkan.
Kepala Produk PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata, menyampaikan bahwa pihaknya masih mengkaji potensi pasar sebelum meluncurkan model tersebut. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
“Kita usahakan secepat mungkin bisa masuk ke Indonesia, dengan dilengkapi second generation battery blade, serta flash charging,” ujar Bobby.
Atto 2 dirancang untuk mengisi segmen yang belum tergarap antara Atto 1 dan Atto 3. Langkah ini memperluas portofolio BYD di pasar SUV listrik kompak Indonesia yang persaingannya makin ketat.
Dimensi Atto 2 tercatat panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, dan jarak sumbu roda 2.620 mm. Spesifikasi untuk versi Indonesia masih menunggu pengumuman resmi dari ATPM.
Teknologi Flash Charging menjadi daya tarik utama Atto 2. Dalam kondisi lingkungan normal, sistem ini diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit.
Pengisian dari 10 persen hingga 97 persen disebut hanya butuh sekitar sembilan menit. Catatannya, kecepatan tersebut bergantung pada dukungan perangkat pengisian dan kondisi penggunaan di lapangan.
Di pasar China, Atto 2 tersedia dengan beberapa opsi kapasitas baterai. Versi terbarunya memakai baterai 32 kWh, 45,12 kWh, dan 51,13 kWh.
Angka-angka tersebut menggunakan standar pengujian CLTC yang berlaku di China, sehingga hasil riil di Indonesia bisa berbeda tergantung kondisi jalan dan suhu.
BYD belum menetapkan banderol resmi Atto 2 untuk Indonesia. Sebagai gambaran, harga di China serta posisi Atto 1 dan Atto 3 di pasar domestik membuka peluang Atto 2 masuk ke kisaran Rp 300 jutaan.
Angka itu masih berupa estimasi, bukan harga resmi. Kehadiran Atto 2 berpotensi memperketat persaingan di segmen SUV listrik kompak yang saat ini diisi sejumlah merek China dan Jepang.