SULAWESI TENGGARA — Samsung memamerkan lini perangkat rumah tangga berteknologi AI yang mencakup kulkas, AC, dan mesin cuci dalam sebuah gelaran di Hanoi, Vietnam. Ketiga produk tersebut menjadi bagian dari strategi Samsung memperluas ekosistem AI ke perangkat rumah tangga, bukan hanya smartphone dan TV. Langkah ini menyasar konsumen yang makin terbiasa dengan perangkat pintar di rumah.
Kulkas menjadi salah satu perangkat yang mendapat sentuhan AI dalam lini produk Samsung. Teknologi ini memungkinkan kulkas mengenali pola penyimpanan dan pengaturan suhu secara otomatis.
Bagi pengguna di Indonesia, fitur semacam ini relevan dengan kebiasaan menyimpan bahan makanan dalam jumlah besar, terutama saat musim liburan atau hari raya.
AC berteknologi AI dari Samsung dirancang mampu menyesuaikan suhu ruangan berdasarkan kondisi dan kebiasaan pengguna. Perangkat ini juga dapat menghemat konsumsi daya dengan menyesuaikan kinerja kompresor.
Di pasar Indonesia, AC menjadi salah satu perangkat rumah tangga dengan penetrasi tinggi, sehingga fitur hemat energi berpotensi menjadi nilai jual utama.
Mesin cuci menjadi perangkat ketiga yang dipamerkan. Teknologi AI di dalamnya memungkinkan deteksi jenis kain dan tingkat kotoran untuk menentukan siklus pencucian yang tepat.
Fitur ini mengurangi kebutuhan pengguna memilih program manual, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan kain akibat siklus yang salah.
Samsung bukan satu-satunya pemain di segmen perangkat rumah tangga berbasis AI. LG dan Xiaomi juga mengembangkan lini serupa, dengan pendekatan ekosistem yang terhubung ke aplikasi masing-masing.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor, segmen ini menarik karena perangkat rumah tangga pintar membuka peluang layanan berlangganan, integrasi dengan platform IoT, dan pengumpulan data konsumsi energi.
Detail ketersediaan dan jadwal peluncuran resmi ketiga produk tersebut di Indonesia belum diumumkan.