SMA Unggul Garuda Konawe Selatan Berdiri di Lahan 20 Hektare, 76 Siswa Angkatan Pertama dari Berbagai Provinsi

Penulis: Naufal Aditama  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:16:01 WIB
Bangunan SMA Unggul Garuda Konawe Selatan yang berdiri di lahan sekitar 20 hektare di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda.

KONAWE SELATAN — Pembangunan fisik SMA Unggul Garuda Konawe Selatan dimulai Oktober 2025 dan hingga Oktober 2026 progresnya mencapai sekitar 89 persen. Meski belum sepenuhnya rampung, kegiatan belajar mengajar sudah berjalan sejak Juli 2026 untuk tahun ajaran 2026/2027.

Kepala SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, Dian Andreni, menyebut sekolah tersebut berdiri di atas lahan sekitar 20 hektare. Lokasinya berada di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

76 Siswa Angkatan Pertama Datang dari Luar Sulawesi Tenggara

Angkatan pertama sekolah ini berjumlah 76 siswa. Mereka berasal dari Sulawesi Tenggara dan sejumlah provinsi lainnya.

Komposisi itu menunjukkan sekolah tidak hanya melayani kebutuhan pendidikan di daerah tempatnya berdiri. Talenta muda dari berbagai wilayah Indonesia ikut menempati bangku di sekolah ini.

Tantangan berikutnya adalah memastikan skala pembangunan, fasilitas, dan konsep pendidikan yang diusung benar-benar menghasilkan kualitas pembelajaran sesuai ambisi sekolah.

Empat Sekolah Baru, Satu Ekosistem Sekolah Garuda

SMA Unggul Garuda Konawe Selatan menjadi salah satu dari empat sekolah baru yang mengikuti gelar griya serentak. Tiga lainnya berada di Belitung Timur, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan.

Kegiatan open house di 51 lokasi itu menjadi sarana sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2027/2028. Masyarakat bisa mengenal lebih dekat ekosistem Sekolah Garuda lewat forum tersebut.

Gubernur Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan T., menegaskan pendidikan menjadi salah satu perhatian besar Presiden Prabowo Subianto.

"Pemerintah sangat fokus memperhatikan pendidikan. Pintar dan memiliki karakter yang baik, itu adalah kunci. Menyongsong Indonesia Emas ada di tangan adik-adik semua," kata Donny dalam sambutannya.

Sains dan Teknologi Jadi Fondasi, Bukan Pelengkap

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan kemajuan Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan sumber daya alam. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing bangsa.

"Pembangunan sains dan teknologi pada akhirnya bertumpu pada manusia. Indonesia tidak kekurangan talenta, tantangannya adalah menemukan mereka, membuka kesempatan yang lebih luas, serta menyediakan lingkungan pendidikan yang memungkinkan potensi itu berkembang secara optimal," ujar Brian dalam sambutan virtual.

Program Sekolah Garuda diarahkan membantu siswa mengembangkan kemampuan di bidang STEM, yakni science, technology, engineering, and mathematics. Visinya menjadi institusi pendidikan menengah unggulan yang berperan sebagai persemaian pemimpin bangsa berdaya saing global.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyebut gelar griya menjadi momentum memperkenalkan ekosistem Sekolah Garuda kepada masyarakat. Forum itu sekaligus memperkuat pemahaman tentang komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas.

Jadwal Berikutnya: PPDB 2027/2028

Sosialisasi PPDB tahun ajaran 2027/2028 sudah dimulai lewat gelar griya di Konawe Selatan. Calon siswa dan orang tua di Sulawesi Tenggara kini punya gambaran soal sekolah yang pembangunannya nyaris tuntas itu.

Pemerintah menargetkan pembangunan fisik sekolah rampung sepenuhnya setelah progres 89 persen tercapai pada Oktober 2026. Setelah itu, kapasitas sekolah diperkirakan bertambah seiring penerimaan siswa baru.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: mediasultra.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top