KENDARI — Prakirawan BMKG, Bismar Rahmat Adi, menyebut durasi hari tanpa hujan di Sultra tidak seragam. Sebagian wilayah hanya mengalami kategori pendek 6–10 hari, sementara belasan daerah lain sudah melewati dua bulan tanpa hujan sama sekali.
Wilayah dengan kategori ekstrem panjang mencakup Kabupaten Bombana, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, dan Kota Kendari.
Dari 17 kabupaten/kota di Sultra, hanya tiga wilayah yang belum masuk kategori ekstrem panjang. Sebaran ini menunjukkan kekeringan tidak merata, tetapi hampir menyeluruh di daratan tenggara Sulawesi.
Analisis curah hujan dasarian pertengahan Oktober 2026 menempatkan seluruh wilayah Sultra pada kategori rendah. BMKG mencatat angka 0–10 mm untuk periode sepuluh hari berturut-turut.
"Sebagian besar wilayah Sultra mengalami hari tanpa hujan dengan kategori pendek selama 6 – 10 hari hingga ekstrem panjang, yaitu lebih dari 60 hari," kata Bismar dalam pemutakhiran data, Selasa (20/10).
Angka itu jauh di bawah ambang normal dasarian. Dalam kondisi biasa, satu dasarian di Oktober bisa menghasilkan curah hujan puluhan milimeter.
BMKG memprediksi akhir Oktober 2026 masih didominasi curah hujan kategori rendah, maksimal 50 mm per dasarian. Peluang hujan tinggi baru muncul pada awal hingga akhir November 2026.
"Pada akhir Oktober 2026, seluruh wilayah Sultra secara umum diprediksi berpeluang tinggi mengalami curah hujan kategori rendah," ujar Bismar.
Meski curah hujan meningkat pada November, BMKG memperkirakan besaran masih berada pada kisaran 0–100 mm per dasarian atau kategori rendah hingga menengah. Artinya, awal musim hujan di Sultra belum tentu langsung basah merata.
Rentang lebih dari 60 hari tanpa hujan membuat cadangan air tanah dan sumber permukaan menyusut. Sumur warga di sejumlah kecamatan berpotensi kering, sementara lahan pertanian tadah hujan menghadapi risiko gagal tanam.
BMKG belum mengeluarkan peringatan khusus kebakaran lahan dalam pemutakhiran ini. Namun curah hujan 0–10 mm per dasarian membuat bahan bakar di lahan gambut dan semak mudah terbakar.
Warga di 14 daerah tersebut disarankan menghemat air dan memantau informasi cuaca harian BMKG hingga November 2026.