SULAWESI TENGGARA — Arsenal memutus rangkaian lima pertandingan tanpa kemenangan di Women's Super League setelah menang 2-1 atas Tottenham di Tottenham Hotspur Stadium. Kemenangan perdana dalam enam laga WSL ini sekaligus meredakan tekanan besar yang mengancam posisi pelatih Renee Slegers.
Arsenal memulai laga di papan bawah klasemen, tertinggal empat poin dari Tottenham yang menempati peringkat keempat dan 12 poin dari pemuncak Manchester City. Dengan ambisi juara yang praktis sirna, Slegers menghadapi pertanyaan soal masa depannya hampir setiap pekan. Kekalahan dari Spurs bisa jadi titik akhir.
Kepercayaan diri tim berada di titik terendah, dan derby London utara bertekanan tinggi bukan laga ideal untuk dimasuki tanpa momentum. Kesalahan umpan dan sapuan buruk mewarnai babak pertama yang berantakan.
Tottenham sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Cathinka Tandberg. Keunggulan tuan rumah hanya bertahan empat menit karena tendangan keras Georgia Stanway menyamakan kedudukan.
Arsenal tampil jauh lebih baik setelah turun minum, menekan Tottenham lebih agresif dan menciptakan peluang yang dibutuhkan. Wasit Phoebe Cross menunjuk titik putih setelah tembakan Lisa Baum membentur tiang dan bola sapuan Tandberg mengenai tangan rekan setimnya di Spurs, Ella Morris.
Alessia Russo, yang sebelumnya gagal memanfaatkan peluang besar, tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua. Penyerang timnas Inggris itu menaklukkan kiper Lize Kop dan berlari ke arah suporter tandang.
Usai peluit akhir, para pemain Arsenal meninggalkan kebiasaan berkumpul di tengah lapangan dan langsung mendekati suporter di tribun tandang. Slegers menyebut momen itu sebagai bentuk penghormatan kepada fans yang datang meski diguyur hujan.
"Saya sangat senang kami bisa memberikannya untuk mereka. Kami bilang akan bermain untuk fans. Kami bermain untuk mereka dan terhubung dengan mereka," kata Slegers.
"Kami biasanya melakukan huddle di lapangan, tapi kali ini kami memutuskan langsung mendekati fans. Tindakan lebih keras dari kata-kata. Tidak banyak lagi yang perlu dibicarakan, jadi kami ingin merayakannya bersama mereka," ujarnya menambahkan.
Arsenal akan menghadapi Benfica di Liga Champions Wanita pada Rabu mendatang. Empat laga kandang di bulan November plus lawatan ke Barcelona menjadi kesempatan membangun momentum.
Peluang juara WSL mungkin sudah hilang, tetapi finis di tiga besar wajib demi mengamankan tiket sepak bola Eropa musim depan. "Kami perlu membackup ini di beberapa laga berikutnya. Ada hal-hal bagus yang kami tunjukkan di lapangan," kata Slegers.
"Kami ingin lebih konsisten, tapi ini langkah yang sangat bagus. Energi positif ini harus kami manfaatkan, meski ini baru satu langkah," tutupnya.