Pencarian

TPK Kendari Bagikan Masker Gratis ke Penumpang Kapal Cepat di Tengah Kabut Asap Sulawesi Tenggara

Kamis, 15 Oktober 2026 • 20:31:31 WIB
TPK Kendari Bagikan Masker Gratis ke Penumpang Kapal Cepat di Tengah Kabut Asap Sulawesi Tenggara
Petugas TPK Kendari membagikan masker gratis kepada penumpang kapal cepat di area pelabuhan.

KENDARI — Pengelola Terminal Peti Kemas (TPK) Kendari menyalurkan masker gratis ke penumpang yang hendak berangkat menggunakan kapal cepat. Pembagian berlangsung di area pelabuhan pada Kamis (15/10/2026), bersamaan dengan kondisi udara di Kota Kendari dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Tenggara yang tertutup kabut asap.

Masker dibagikan langsung ke calon penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan. Penumpang kapal cepat dinilai lebih berisiko terpapar partikel asap karena lebih lama berada di area terbuka pelabuhan sebelum naik ke kapal.

Pembagian ini menyasar mereka yang hendak menyeberang ke pulau-pulau sekitar maupun ke kota lain di Sulawesi Tenggara. Pengelola terminal menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah pencegahan, bukan sekadar formalitas.

Mengapa Penumpang Kapal Cepat Jadi Prioritas?

Kabut asap yang muncul di beberapa wilayah Sulawesi Tenggara berpotensi mengganggu saluran pernapasan, khususnya bila masyarakat terpapar partikel asap dalam durasi panjang. Kelompok yang beraktivitas di ruang terbuka punya risiko lebih besar dibanding mereka yang berteduh di dalam ruangan.

Penumpang kapal cepat masuk kategori itu. Mereka biasanya datang lebih awal ke pelabuhan, menunggu di area terbuka, lalu menempuh perjalanan laut yang memakan waktu puluhan menit hingga beberapa jam. Periode ini menjadi celah paparan asap yang perlu diantisipasi.

TPK Kendari berharap masker yang dibagikan bisa memutus rantai paparan sejak dari area pelabuhan. Harapannya, penumpang lebih sadar menggunakan masker ketika kualitas udara sedang memburuk dan memilih tetap melindungi diri selama perjalanan.

Apa Kata Pengelola Terminal Soal Pembagian Masker?

Menurut pengelola, pembagian masker juga menjadi pengingat bagi masyarakat luas agar memperhatikan kesehatan pernapasan saat beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang sehat. Masker dinilai sebagai perlindungan paling sederhana, murah, dan cepat dipakai saat kabut asap datang.

Kegiatan ini menunjukkan kepedulian pengelola terminal terhadap kenyamanan dan kesehatan pengguna jasa transportasi laut. Penumpang yang merasa terlindungi cenderung lebih tenang menunggu keberangkatan, apalagi bila jarak tempuh kapal cukup panjang.

Pembagian masker gratis tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan. Pengelola berharap langkah ini mendorong kesadaran kolektif antarpengguna fasilitas pelabuhan untuk saling melindungi ketika kualitas udara memburuk.

Bagaimana Kabut Asap Berdampak pada Perjalanan Laut di Sulawesi Tenggara?

Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara terjadi akibat pembakaran lahan dan kondisi cuaca kering di beberapa titik. Asap terbawa angin hingga ke kawasan pesisir dan pelabuhan, termasuk ke Kota Kendari yang menjadi pintu masuk penumpang dari berbagai kabupaten.

Bagi penumpang kapal cepat, kabut asap bukan cuma soal kesehatan. Visibilitas di perairan yang menurun bisa memaksa operator kapal menyesuaikan jadwal keberangkatan demi keselamatan pelayaran. Karena itu, pengelola terminal menilai pendampingan kesehatan penumpang tetap penting meski penyesuaian jadwal belum terjadi.

Langkah TPK Kendari diharapkan menjadi pemicu bagi pengelola pelabuhan dan terminal lain di Sulawesi Tenggara. Termasuk bagi pemerintah daerah yang tengah menangani kabut asap agar dampak kesehatan pada warga pesisir tidak meluas.

Masker gratis memang bukan solusi menyeluruh. Namun bagi penumpang yang berangkat menyeberang dari Kendari, setidaknya ada perlindungan pertama sebelum kapal bersandar di pelabuhan tujuan.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarkendari.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks