KOLAKA — Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menghadiri malam Gala Dinner Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2027. Acara yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Kolaka pada Senin (4/5/2026) malam ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sinkronisasi kebijakan antar-kepala daerah di Bumi Anoa.
Kehadiran Siska Karina Imran dalam agenda tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam menyusun arah pembangunan yang terintegrasi. Penyelarasan program kerja antara tingkat kota, provinsi, hingga nasional dianggap krusial agar pembangunan di Kendari tetap berada dalam koridor kebijakan strategis yang lebih luas.
Gala dinner ini bukan sekadar jamuan makan malam biasa, melainkan ruang komunikasi informal bagi para kepala daerah dan pemangku kepentingan. Momentum ini dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi awal sebelum forum Musrenbang RKPD resmi dibuka. Harapannya, terjadi kesepahaman kolektif dalam merumuskan prioritas pembangunan untuk tahun anggaran 2027.
Bupati Kolaka H. Amri menyatakan apresiasinya atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Sultra yang menunjuk Kabupaten Kolaka sebagai tuan rumah. Menurutnya, rangkaian kegiatan mulai dari Rakortek hingga Musrenbang merupakan wadah strategis untuk menyatukan visi pembangunan antar-kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan. Harapannya, setiap kebijakan yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar H. Amri dalam sambutannya.
Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka memberikan penekanan khusus pada pola perencanaan pembangunan. Ia mendorong pendekatan bottom-up planning atau perencanaan yang berbasis pada aspirasi masyarakat tingkat bawah. Keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menyerap kebutuhan riil di lapangan.
“Perencanaan pembangunan harus lahir dari aspirasi masyarakat. Mereka yang berada di lapangan memiliki pemahaman paling nyata terhadap persoalan yang dihadapi,” tegas Andi Sumangerukka.
Gubernur menilai Musrenbang sebagai ruang partisipatif yang memberikan kesempatan bagi tiap daerah untuk menyampaikan tantangan spesifik di wilayah masing-masing. Dengan pendekatan ini, program yang dihasilkan diharapkan lebih tepat sasaran, mampu memacu pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Partisipasi aktif Pemerintah Kota Kendari dalam forum ini menjadi sinyal kuat dukungan terhadap pembangunan provinsi yang inklusif. Melalui kolaborasi lintas daerah, Pemkot Kendari berupaya memperkuat konektivitas pembangunan dan percepatan ekonomi daerah. Hal ini mencakup peningkatan pelayanan publik yang lebih responsif terhadap dinamika masyarakat.
Melalui forum Musrenbang RKPD 2027, diharapkan lahir kebijakan yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara secara menyeluruh. Integrasi program antar-daerah menjadi kunci agar target pembangunan di tahun 2027 dapat tercapai secara efektif dan berdampak nyata bagi publik.