KENDARI — Carumin, kacamata tradisional buatan tangan dari kayu, menjadi perlengkapan wajib bagi nelayan di sejumlah pesisir Sulawesi Tenggara. Alat ini digunakan untuk melihat jelas di dalam air saat menyelam dan menombak ikan, sebuah praktik yang dikenal sebagai spearfishing.
Berbeda dengan kacamata selam modern yang menggunakan karet dan kaca, carumin memiliki desain sederhana. Bentuknya seperti bingkai kacamata tanpa lensa, diukir dari kayu ringan agar tidak membebani saat bergerak di air. Fungsinya sama: melindungi mata dari tekanan air dan membantu penglihatan bawah permukaan.
Dalam teknik spearfishing, seorang nelayan harus menyelam sambil membidik sasaran di kolom air. Carumin dipasang di wajah, menciptakan ruang udara di depan mata sehingga penglihatan tetap jernih meski berada di kedalaman. Tanpa alat ini, mata akan langsung terkena air laut yang menyebabkan pandangan buram.
Alat ini biasanya digunakan bersamaan dengan tombak tradisional atau senapan ikan sederhana. Nelayan di perairan Sulawesi Tenggara, seperti di sekitar Kepulauan Wakatobi dan Buton, masih mempertahankan cara ini sebagai warisan turun-temurun.
Meski efektif, penggunaan carumin kini semakin jarang ditemui. Generasi muda nelayan cenderung beralih ke kacamata selam buatan pabrik yang dianggap lebih nyaman dan tahan lama. Namun, bagi sebagian komunitas nelayan tua, carumin tetap menjadi simbol keterampilan dan kearifan lokal yang tak tergantikan.
Dokumentasi mengenai carumin sempat ditayangkan dalam program Tanah Air Beta Trans TV. Dalam tayangan itu, terlihat para nelayan dengan cekatan memakainya saat berburu ikan di tengah terumbu karang. Adegan ini sekaligus menunjukkan bahwa di balik modernisasi alat tangkap, tradisi seperti carumin masih hidup di beberapa titik pesisir Indonesia.
Tidak ada data pasti mengenai jumlah perajin carumin yang tersisa di Sulawesi Tenggara. Namun, para pegiat budaya lokal berharap alat ini tetap lestari, bukan hanya sebagai perlengkapan melaut, melainkan juga sebagai identitas bahari yang membedakan nelayan tradisional Indonesia dari daerah lain.