Bayi Cyclopia di Kendari Lahirkan Kesadaran soal Deteksi Dini Kehamilan, Dokter Ingatkan Pemeriksaan Rutin

Penulis: Obi Permana  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 13:17:53 WIB
Bayi dengan kondisi cyclopia lahir di Kendari, menyoroti pentingnya deteksi dini kehamilan.

KENDARI — Bayi dengan kondisi cyclopia, kelainan langka di mana kedua mata menyatu menjadi satu rongga di tengah dahi, lahir di salah satu rumah sakit di Kendari. Peristiwa ini menyoroti pentingnya deteksi dini kehamilan sebagai langkah antisipasi terhadap kelainan kongenital pada janin.

Apa Itu Cyclopia dan Seberapa Langka Kasus Ini?

Cyclopia merupakan bentuk cacat lahir berat yang terjadi akibat gangguan pembentukan otak depan atau prosencephalon pada awal kehamilan. Kelainan ini sangat jarang terjadi dan biasanya tidak kompatibel dengan kehidupan setelah lahir.

Dalam kasus yang terjadi di Kendari, bayi tersebut diketahui memiliki satu rongga mata di tengah wajah. Kondisi ini biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada usia kehamilan tertentu.

Pemeriksaan Rutin Bisa Deteksi Sejak Awal

Dokter kandungan di Kendari menekankan bahwa pemeriksaan kehamilan rutin, terutama USG pada trimester pertama dan kedua, dapat mendeteksi kelainan struktural pada janin. Semakin dini diketahui, semakin cepat pula langkah medis dan konseling bisa diberikan kepada calon orang tua.

“Pemeriksaan ANC minimal enam kali selama kehamilan, dengan dua kali USG, sangat dianjurkan. Ini bukan hanya untuk mendeteksi kelainan, tapi juga memantau pertumbuhan janin secara keseluruhan,” ujar salah satu dokter yang menangani kasus tersebut.

Faktor Risiko dan Pencegahan

Meski penyebab pasti cyclopia belum diketahui secara tunggal, faktor genetik dan paparan zat berbahaya selama kehamilan disebut sebagai pemicu potensial. Ibu hamil disarankan menghindari konsumsi alkohol, obat-obatan tanpa resep, dan paparan bahan kimia berbahaya.

Asam folat juga menjadi salah satu nutrisi penting yang wajib dikonsumsi sejak sebelum hamil hingga trimester awal untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin.

Respons Pemkot dan Dinas Kesehatan Kendari

Dinas Kesehatan Kota Kendari menyatakan akan memperkuat sosialisasi pentingnya deteksi dini kehamilan di puskesmas dan posyandu. Program kelas ibu hamil juga akan dioptimalkan agar calon ibu lebih memahami tahapan pemeriksaan yang harus dilalui.

“Kami akan pastikan setiap ibu hamil di Kendari mendapat akses pemeriksaan kehamilan yang memadai. Edukasi soal tanda bahaya kehamilan dan pentingnya USG akan digencarkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari.

Berapa Biaya Pemeriksaan Kehamilan di Puskesmas?

Pemeriksaan kehamilan di puskesmas di Kendari bisa diakses secara gratis atau dengan biaya ringan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ibu hamil cukup membawa kartu BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan ANC, termasuk USG dasar.

Untuk ibu hamil yang tidak memiliki BPJS, puskesmas tetap melayani dengan tarif sesuai regulasi daerah. Pemeriksaan rutin sangat disarankan dilakukan sejak usia kehamilan memasuki bulan pertama.

Reporter: Obi Permana
Sumber: batasmedia99.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top