KENDARI — Bayi dengan kondisi cyclopia, kelainan langka di mana kedua mata menyatu menjadi satu rongga di tengah dahi, lahir di salah satu rumah sakit di Kendari. Peristiwa ini menyoroti pentingnya deteksi dini kehamilan sebagai langkah antisipasi terhadap kelainan kongenital pada janin.
Cyclopia merupakan bentuk cacat lahir berat yang terjadi akibat gangguan pembentukan otak depan atau prosencephalon pada awal kehamilan. Kelainan ini sangat jarang terjadi dan biasanya tidak kompatibel dengan kehidupan setelah lahir.
Dalam kasus yang terjadi di Kendari, bayi tersebut diketahui memiliki satu rongga mata di tengah wajah. Kondisi ini biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada usia kehamilan tertentu.
Dokter kandungan di Kendari menekankan bahwa pemeriksaan kehamilan rutin, terutama USG pada trimester pertama dan kedua, dapat mendeteksi kelainan struktural pada janin. Semakin dini diketahui, semakin cepat pula langkah medis dan konseling bisa diberikan kepada calon orang tua.
“Pemeriksaan ANC minimal enam kali selama kehamilan, dengan dua kali USG, sangat dianjurkan. Ini bukan hanya untuk mendeteksi kelainan, tapi juga memantau pertumbuhan janin secara keseluruhan,” ujar salah satu dokter yang menangani kasus tersebut.
Meski penyebab pasti cyclopia belum diketahui secara tunggal, faktor genetik dan paparan zat berbahaya selama kehamilan disebut sebagai pemicu potensial. Ibu hamil disarankan menghindari konsumsi alkohol, obat-obatan tanpa resep, dan paparan bahan kimia berbahaya.
Asam folat juga menjadi salah satu nutrisi penting yang wajib dikonsumsi sejak sebelum hamil hingga trimester awal untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin.
Dinas Kesehatan Kota Kendari menyatakan akan memperkuat sosialisasi pentingnya deteksi dini kehamilan di puskesmas dan posyandu. Program kelas ibu hamil juga akan dioptimalkan agar calon ibu lebih memahami tahapan pemeriksaan yang harus dilalui.
“Kami akan pastikan setiap ibu hamil di Kendari mendapat akses pemeriksaan kehamilan yang memadai. Edukasi soal tanda bahaya kehamilan dan pentingnya USG akan digencarkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari.
Pemeriksaan kehamilan di puskesmas di Kendari bisa diakses secara gratis atau dengan biaya ringan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ibu hamil cukup membawa kartu BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan ANC, termasuk USG dasar.
Untuk ibu hamil yang tidak memiliki BPJS, puskesmas tetap melayani dengan tarif sesuai regulasi daerah. Pemeriksaan rutin sangat disarankan dilakukan sejak usia kehamilan memasuki bulan pertama.