SULAWESI TENGGARA — Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Managing Director EDB Jermaine Loy. Kesepakatan ini masuk dalam kategori kerja sama business-to-business (B2B) yang disorot dalam pertemuan bilateral tingkat pemimpin kedua negara.
MoU tersebut menjadi bagian dari inisiatif strategis Indonesia-Singapura di tiga bidang prioritas: ekonomi digital, infrastruktur berkelanjutan, dan transisi energi. Dalam praktiknya, TelkomGroup dan EDB akan menjajaki pengembangan infrastruktur digital yang memanfaatkan pasokan listrik rendah karbon lintas negara.
Koridor Digital Hijau Indonesia-Singapura
Kerja sama ini tidak hanya soal membangun pusat data baru. Lebih dari itu, Telkom ingin menciptakan koridor digital yang menghubungkan Indonesia dan Singapura dengan energi bersih sebagai fondasinya.
"Kami meyakini bahwa masa depan ekonomi digital membutuhkan kolaborasi lintas negara yang mampu mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur digital, dan energi bersih secara berkelanjutan," ujar Dian Siswarini dalam keterangan resmi, Senin.
Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji menambahkan, inisiatif ini lahir dari perencanaan bertahap, bukan sekadar momentum seremonial. "Kami menyadari bahwa terciptanya koridor digital Indonesia-Singapura memerlukan penyelarasan berbagai kepentingan strategis," kata Seno.
Mengorkestrasi Aset BUMN Jadi Platform Global
Managing Director Business 2 Danantara Asset Management Setyanto Hantoro menilai kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana aset BUMN bisa diorkestrasi menjadi platform bisnis berdaya saing global. Menurutnya, infrastruktur digital yang dibangun tidak hanya menciptakan aset baru, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.
"Kolaborasi tersebut tidak hanya menciptakan infrastruktur baru, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bisnis jangka panjang," ucap Setyanto.
Telkom sendiri selama ini dikenal sebagai pemain utama infrastruktur telekomunikasi dan data center di Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini, perusahaan pelat merah itu diharapkan bisa memperluas jangkauan ke pasar regional yang membutuhkan layanan digital berkelanjutan.
Dampak ke Ekosistem Teknologi Regional
Infrastruktur digital rendah karbon yang dikembangkan nantinya diyakini bisa mendukung ekosistem teknologi di kawasan. Pasokan listrik hijau dari Indonesia, misalnya dari pembangkit energi baru terbarukan, bisa menjadi daya tarik bagi perusahaan teknologi global yang ingin memenuhi target netral karbon.
Ke depan, Telkom berencana memperluas kolaborasi serupa dengan pemerintah, mitra global, dan pelaku industri lain. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Singapura sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor digital.