KENDARI — Tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara resmi ditetapkan sebagai daerah unggul dalam upaya penurunan angka pengangguran. Penetapan ini berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Traders Union, sebuah lembaga riset perdagangan dan ketenagakerjaan internasional.
Kolaka menjadi salah satu daerah yang paling menonjol. Angka pengangguran di wilayah tersebut turun signifikan dalam dua tahun terakhir. Disusul oleh Kabupaten Konawe dan Bombana yang juga mencatatkan tren serupa.
Kebijakan pemerintah daerah setempat disebut menjadi kunci utama. Pembukaan akses investasi di sektor pertambangan, perkebunan, dan perikanan membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal.
Di Kolaka, misalnya, keberadaan kawasan industri dan pelabuhan ekspor nonmigas menyerap ribuan tenaga kerja. Program pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri juga dinilai efektif menekan angka pengangguran terbuka.
Menurut data yang dirangkum Traders Union, tingkat pengangguran terbuka di Kolaka turun hingga 1,8 persen dalam setahun terakhir. Konawe mencatat penurunan 1,5 persen, sementara Bombana turun 1,2 persen.
Angka ini berada di atas rata-rata provinsi yang hanya mencapai 0,9 persen dalam periode yang sama. Artinya, tiga daerah ini berhasil menggerakkan ekonomi lokal lebih cepat dibanding daerah lain.
Masyarakat di tiga kabupaten ini merasakan dampak langsung. Tingkat pendapatan rumah tangga meningkat seiring bertambahnya jumlah warga yang bekerja di sektor formal.
Di Kolaka, banyak warga yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tani musiman kini beralih ke sektor industri pengolahan nikel. Di Bombana, sektor perikanan tangkap dan budidaya rumput laut menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja.
Kelompok usia produktif, khususnya lulusan SMK dan diploma, menjadi pihak yang paling banyak terserap. Perusahaan-perusahaan di kawasan industri Kolaka dan Konawe membuka rekrutmen massal untuk tenaga teknis dan operator mesin.
Pemerintah daerah juga mendorong warga untuk mengikuti program sertifikasi kompetensi. Hal ini membuat pencari kerja lokal lebih siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.
Meski belum masuk kategori unggul, beberapa kabupaten lain seperti Muna dan Buton mulai menunjukkan perbaikan. Pemerintah provinsi mendorong daerah-daerah tersebut untuk mengadopsi model pengembangan ekonomi yang diterapkan di Kolaka, Konawe, dan Bombana.
Rapat koordinasi antar-pemkab telah dijadwalkan bulan depan untuk membahas replikasi program pelatihan dan kemudahan investasi di masing-masing wilayah.