WAKATOBI — Teknik spearfishing yang dilakukan warga Suku Bajo di Kampung Mola bukan sekadar cara mencari ikan, melainkan warisan leluhur yang sarat nilai kearifan lokal. Para nelayan Bajo dikenal mampu menyelam selama puluhan detik hanya dengan sekali tarikan napas, membidik ikan menggunakan tombak atau panah buatan sendiri.
Berbeda dengan nelayan modern yang menggunakan jaring atau pancing, nelayan Bajo mengandalkan ketajaman mata dan kemampuan menahan napas. Mereka menyelam ke dasar laut, mencari target ikan, lalu melepaskan tombak secara presisi. Alat yang digunakan biasanya terbuat dari kayu dan besi runcing, tanpa bantuan senapan angin atau kompresor.
Kampung Mola sendiri dikenal sebagai salah satu permukiman Suku Bajo terbesar di Wakatobi. Kehidupan sehari-hari masyarakatnya nyaris tidak bisa dilepaskan dari laut. Rumah-rumah panggung berdiri di atas air, dan perahu menjadi moda transportasi utama.
Meski terlihat sederhana, teknik spearfishing tradisional ini dinilai lebih ramah lingkungan. Nelayan hanya memilih ikan dalam jumlah terbatas sesuai kebutuhan, tanpa merusak terumbu karang. Hal ini kontras dengan praktik penangkapan ikan ilegal menggunakan bom atau bius yang masih kerap terjadi di perairan timur Indonesia.
Namun, tradisi ini mulai menghadapi tantangan. Generasi muda Bajo di Kampung Mola perlahan beralih ke alat tangkap modern yang lebih praktis. Beberapa dari mereka bahkan memilih merantau ke kota besar, meninggalkan profesi nelayan yang dianggap kurang menjanjikan secara ekonomi.
Berbagai pihak, termasuk pegiat budaya dan pemerintah daerah, mulai melirik potensi spearfishing tradisional sebagai daya tarik wisata bahari. Beberapa komunitas di Wakatobi bahkan menggelar festival budaya yang menampilkan atraksi memanah ikan khas Suku Bajo.
Dokumentasi seperti yang ditayangkan dalam program Tanah Air Beta Trans TV menjadi salah satu cara mengenalkan teknik spearfishing ini ke khalayak yang lebih luas. Harapannya, tradisi ini tidak hanya bertahan tetapi juga menjadi kebanggaan generasi muda Bajo di masa depan.