Wabup Kolaka Minta Generasi Muda Jadikan Pancasila Living Ideology di Tengah Gempuran Teknologi

Penulis: Obi Permana  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:39:23 WIB
Wakil Bupati Kolaka Husmaluddin mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi hidup di era teknologi.

KOLAKA — Wakil Bupati Kolaka Husmaluddin meminta generasi muda di daerahnya untuk tidak membiarkan Pancasila hanya menjadi teks di buku sejarah atau hiasan di dinding kantor. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology).

Mengapa Generasi Muda Jadi Garda Terdepan?

Husmaluddin menjelaskan bahwa generasi muda memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan nilai-nilai luhur Pancasila di masa depan. Di tengah situasi dunia yang diwarnai ketidakpastian, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik, Pancasila harus tetap menjadi bintang penuntun dan jangkar moral bagi bangsa Indonesia.

"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," kata Husmaluddin saat memimpin upacara, Senin.

Tema 2026: Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Menurut Husmaluddin, tema ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan domestik di tengah keberagaman etnik, tetapi juga menjadi instrumen diplomasi internasional yang bebas aktif dalam menjembatani konflik dunia.

"Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai," ujarnya.

Siapa Saja yang Hadir dalam Upacara?

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Kolaka diikuti oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, serta para pelajar setempat. Kehadiran para pelajar menjadi simbol bahwa nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus bangsa.

Apa Dampak Imbauan Ini bagi Warga Kolaka?

Imbauan ini menjadi pengingat bagi warga Kolaka, khususnya generasi muda, untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila di era digital. Kemajuan teknologi yang pesat kerap membawa pengaruh negatif seperti radikalisme, intoleransi, dan lunturnya moral bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, generasi muda diharapkan mampu menyaring informasi dan tetap menjaga persatuan.

Bagaimana Cara Menghidupkan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari?

Husmaluddin mendorong agar nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar dihafalkan. Menghormati perbedaan, gotong royong, dan musyawarah untuk mufakat adalah contoh konkret pengamalan Pancasila. Di lingkungan sekolah dan keluarga, para pelajar dan orang tua bisa memulai dengan saling menghargai dan bekerja sama.

Reporter: Obi Permana
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top