KOLAKA — Di era digital yang serba cepat, Wakil Bupati Kolaka Husmaluddin meminta generasi muda tidak sekadar menghafal butir-butir Pancasila. Ia mendorong anak muda menjadikannya sebagai "bintang penuntun" dalam beraktivitas sehari-hari.
"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," kata Husmaluddin saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Kolaka, Senin.
Husmaluddin menjelaskan bahwa generasi muda memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan nilai-nilai luhur di masa depan. Menurutnya, kemajuan ekonomi dan teknologi yang dicapai saat ini tidak boleh membuat bangsa kehilangan arah moral.
Ia menekankan bahwa di tengah situasi dunia yang diwarnai ketidakpastian, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik, Pancasila harus tetap menjadi "jangkar moral" bagi bangsa Indonesia. Ajakan ini menjadi relevan mengingat anak muda adalah pengguna utama teknologi digital.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Husmaluddin menyebut tema ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan domestik di tengah keberagaman etnik.
Lebih dari itu, Pancasila juga menjadi instrumen diplomasi internasional yang bebas aktif dalam menjembatani konflik dunia. "Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai," ujarnya.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Kolaka turut diikuti oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, serta para pelajar setempat. Kehadiran pelajar menjadi simbol bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan sejak dini.
Husmaluddin juga mengajak seluruh pihak untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan yang kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya.