KOLAKA — Sebanyak puluhan warga Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, mengikuti pelatihan intensif pemanfaatan tanaman obat herbal yang digelar PT Vale Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 16–20 Mei 2026 ini merupakan bagian dari Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) perusahaan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima teori di dalam ruangan. Metode partisipatif diterapkan penuh, sehingga warga langsung mempraktikkan cara menanam dan mengolah tanaman obat secara organik.
dr. Rianti Maharani, M.Si. hadir sebagai pemateri utama. Ia memberikan pendampingan teknis mulai dari pengenalan jenis tanaman obat keluarga (TOGA) yang mudah ditemukan di pekarangan, hingga teknik formulasi produk herbal yang aman dan siap konsumsi.
Materi pelatihan difokuskan pada tanaman lokal yang lazim tumbuh di sekitar rumah warga. Beberapa jenis tanaman tersebut diketahui efektif membantu mengatasi keluhan kesehatan sehari-hari, seperti sakit kepala, asam urat, dan kolesterol tinggi.
“Warga diajarkan cara memanfaatkan tanaman yang selama ini mungkin hanya tumbuh liar, menjadi ramuan yang punya nilai guna dan nilai jual,” ujar dr. Rianti dalam sesi pelatihan.
Program ini dirancang untuk memberikan dampak ganda bagi masyarakat. Selain mendorong kemandirian dalam memenuhi kebutuhan kesehatan keluarga, keterampilan yang diperoleh juga diharapkan menjadi modal awal warga mengembangkan usaha mikro berbasis produk herbal.
PT Vale menilai potensi ekonomi dari tanaman obat lokal masih besar untuk dikembangkan di tingkat rumah tangga. Produk herbal olahan warga nantinya dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang mendukung kesejahteraan keluarga.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale Indonesia dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kapasitas dan optimalisasi sumber daya lokal secara berkelanjutan di wilayah ring 1 perusahaan. (Adv)