SULAWESI TENGGARA — Nasib petani di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, berubah drastis dalam tiga tahun terakhir. Jika pada 2023 mereka harus merelakan sawahnya gagal panen akibat kemarau panjang, kini hasil panen padi justru melonjak dua kali lipat sejak bergabung dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina bertajuk Uma Palak Lestari.
Program yang diinisiasi Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus ini memadukan pertanian berkelanjutan dengan energi baru terbarukan (EBT). Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang dan Komisaris Independen Condro Kirono meninjau langsung lokasi pada Sabtu (30/5/2026) dan melakukan penanaman padi simbolis sebagai bentuk dukungan.
Pertamina membangun sistem pengairan berbasis Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp. Teknologi ini mampu mengairi 103 hektare lahan pertanian yang dilengkapi pengairan digital serta alat pertanian elektrik seperti traktor dan mesin penggiling padi.
Hasilnya, produktivitas padi naik dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Biaya listrik petani pun hemat hingga Rp44 juta per tahun. Lahan seluas 5 hektare khusus dikembangkan untuk padi organik varietas Mentik Susu, yang omzetnya mencapai Rp476 juta per tahun.
Program ini tak berhenti di irigasi. Pertamina juga membangun Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground. Kawasan ekowisata dan eduwisata ini mampu menarik 72 ribu wisatawan lokal dan mancanegara setiap tahun, menghasilkan pendapatan tambahan bagi warga hingga Rp64 juta per tahun.
Nanik mengapresiasi program yang telah menjangkau 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. "Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat," ujarnya. Ia berharap model serupa bisa diterapkan di area operasi Pertamina lainnya karena menyentuh petani, pengusaha kecil, hingga pelaku usaha wisata.
Komisaris Independen Condro Kirono menegaskan program TJSL harus menciptakan manfaat berkelanjutan. "Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan," katanya. Dengan manfaat yang dirasakan langsung, warga diharapkan ikut menjaga Pertamina sebagai objek vital nasional.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, mengucapkan terima kasih atas pembinaan sejak 2021 hingga 2026. "Berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat," tuturnya.