Festival Labengki di Konawe Utara Hasilkan Rp241 Juta dalam Dua Hari, 80 Wisatawan Datang Lewat Paket Astindo

Penulis: Mirza Fachri  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 00:14:31 WIB
Wisatawan menikmati keindahan Festival Labengki di Konawe Utara yang mendongkrak ekonomi lokal.

KENDARI — Kolaborasi antara Astindo Sultra dan Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Utara pada akhir Mei lalu menghasilkan dampak ekonomi yang langsung dirasakan oleh warga setempat. Perputaran uang sebesar Rp241,5 juta itu dinikmati oleh para pemilik homestay, pengusaha kuliner, hingga penyedia jasa transportasi laut.

Pemilik Homestay Raup Rp105 Juta, Travel Agent Kantongi Rp50 Juta

Ketua Astindo Sultra, Sartika, yang juga pemilik Travel SM Holiday, merinci aliran pendapatan dari festival tersebut. Pemilik homestay menjadi pihak paling diuntungkan dengan total pemasukan mencapai Rp105 juta. Disusul oleh para travel agent yang mendapatkan bagian sekitar Rp50 juta dari penjualan paket wisata.

“Festival Labengki tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tapi memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Astindo mensupport dengan menjualkan paket wisatanya,” ujar Sartika.

8 Kapal Penumpang Raup Rp40 Juta, Pendapatan Tiket Masuk Capai Rp10,5 Juta

Sebanyak delapan unit kapal penumpang yang mengangkut wisatawan dari dan ke Labengki mengantongi pendapatan sekitar Rp40 juta. Sementara itu, pendapatan dari tiket masuk festival mencapai Rp10,5 juta. Para peserta lomba yang digelar selama acara juga menerima total hadiah sebesar Rp16 juta.

Pemilik warung UMKM di lokasi festival tidak ketinggalan menikmati berkah. Mereka meraup omzet sekitar Rp20 juta selama dua hari penyelenggaraan.

Labengki: Bukan Sekadar Miniatur Raja Ampat, Ada Lomba Katinting hingga Lulo Bersama

Selama festival, pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan eksotis kawasan yang kerap disebut miniatur Raja Ampat itu. Beragam agenda digelar, mulai dari Explore Labengki, Lomba Masak, Lomba Karaoke, Katinting Race, Lulo Bersama, hingga Aksi Bersih Labengki dan Mini Expo UMKM.

Para tamu juga berkesempatan menyaksikan keunikan budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakat Bajo yang mendiami kawasan tersebut. Astindo Sultra sengaja mendatangkan 80 wisatawan melalui program promosi yang digencarkan oleh para travel agent anggotanya.

Strategi Astindo: Jual Paket Wisata, Dorong Ekonomi Desa

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara asosiasi travel agent dan pemerintah daerah mampu menggerakkan ekonomi desa wisata secara langsung. Astindo tidak sekadar menjadi penonton, melainkan turun tangan menjual paket wisata ke anggota dan jaringan mereka.

Dengan perputaran Rp241,5 juta dalam dua hari, Sartika optimistis model serupa bisa diterapkan di destinasi lain di Sulawesi Tenggara. “Kami akan terus mendorong desa-desa wisata agar siap menerima kunjungan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” pungkasnya.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: radarkendari.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top