6 Kepala Desa di Konawe Gabung TBTS, Diksar ke-11 di Kendari Perkuat Karakter Kader Budaya Tolaki

Penulis: Naufal Aditama  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 14:16:01 WIB
Enam kepala desa di Konawe resmi bergabung dalam organisasi budaya TBTS pada Diksar ke-11 di Kendari.

KENDARI — Organisasi pecinta budaya Tolaki, Tamalaki Budaya Tolaki Sulawesi Tenggara (TBTS), menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) ke-11 di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Kegiatan yang berlangsung Kamis (4/6/2026) itu mengusung tema “Membentuk Kader Berkarakter, Menjaga dan Melestarikan Adat Budaya, serta Menyatukan Generasi”.

Ketua Umum TBTS, Israh Malaka, menegaskan bahwa Diksar ini merupakan wadah pembentukan karakter kader yang berlandaskan adat, etika, dan tanggung jawab. “Kami ingin kader TBTS hadir sebagai penjaga budaya sekaligus menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.

Enam Kepala Desa Jadi Anggota TBTS

Salah satu fakta yang menonjol dalam kegiatan ini adalah bergabungnya enam kepala desa sebagai anggota TBTS. Mereka adalah Kepala Desa Galu, Andobeu Jaya, Pusanggi, Puuwulo, Tabanggele, dan Andeposandu.

Israh Malaka menyebut dukungan dari para kepala desa ini menjadi bukti bahwa organisasi mendapat kepercayaan dari berbagai elemen masyarakat. “Ini memperkuat posisi TBTS sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang budaya, tetapi juga memiliki jangkauan hingga ke tingkat desa,” katanya.

Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum Ditekankan

Dalam menjalankan roda organisasi, Israh menekankan bahwa TBTS selalu mengedepankan koordinasi dengan aparat penegak hukum. “Jika ada persoalan kami tidak bertindak sesuka hati. Kami selalu bersinergi terlebih dahulu dengan aparat penegak hukum, serta tetap menjalin kerja sama dengan TNI, Polri, dan pemerintah,” tegasnya.

Penegasan ini sekaligus menjawab potensi kekhawatiran publik terhadap organisasi masyarakat yang kerap disalahartikan. Lurah Punggolaka yang turut hadir pun mengingatkan agar organisasi tidak dijadikan ajang untuk jago-jagoan.

Nilai Agama dan Persatuan Jadi Landasan

Dewan Sara TBTS, Rustam Duhasa, menyampaikan pesan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berorganisasi. “Nilai agama harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas organisasi agar tetap berada pada jalur yang benar,” jelasnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat TBTS, Asdin, menekankan pentingnya mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan. Ia berpesan agar seluruh kader menanamkan semangat mepokoaso atau persatuan dalam organisasi.

Pengukuhan Distrik dan Dukungan Pemerintah

Rangkaian Diksar ke-11 juga diisi dengan pengukuhan distrik Punggolaka dan Mandongga. Pengukuhan ini menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi TBTS di tingkat wilayah.

Acara tersebut turut dihadiri Lurah Punggolaka, Kapolsek Mandongga beserta jajarannya, tokoh masyarakat, dan jajaran pengurus besar TBTS. Dukungan dari pemerintah kelurahan pun disampaikan, dengan catatan agar organisasi tidak disalahgunakan.

Reporter: Naufal Aditama
Sumber: adiwarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top