KENDARI — Intensitas kegempaan di Sulawesi Tenggara meningkat drastis dalam sepekan terakhir. Data BMKG menunjukkan sejak Senin lalu, wilayah pesisir dan daratan Sultra diguncang puluhan gempa dengan magnitudo bervariasi, membuat warga di beberapa kabupaten waspada.
Dari total 44 kali gempa yang terekam, Konawe Utara menjadi daerah dengan frekuensi tertinggi, yakni 29 kali getaran. Kolaka Timur mencatat 10 kali gempa, sementara Kota Kendari dan Buton Utara masing-masing mengalami 2 kali gempa.
Belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat rangkaian gempa ini. Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari, Rudin, menjelaskan bahwa rangkaian gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan Sulawesi. “Sulawesi Tenggara berada di jalur pertemuan lempeng mikro yang kompleks, sehingga pergerakan tanah sering terjadi,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Gempa-gempa yang terjadi umumnya berkekuatan kecil hingga menengah. Meski demikian, warga di pesisir diminta waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa memicu longsor di area perbukitan.
BMKG mengingatkan warga untuk tidak panik dan segera berlindung di bawah meja atau struktur bangunan kokoh saat merasakan getaran. Jika berada di luar ruangan, hindari bangunan tinggi, tiang listrik, dan tebing curam.
“Pastikan jalur evakuasi di rumah dan lingkungan sekitar tidak terhalang. Simpan nomor darurat BPBD setempat,” tambah Rudin. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas kegempaan di Sultra masih terpantau fluktuatif.
Belum ada indikasi bahwa rangkaian gempa ini akan memicu bencana besar. BMKG menyatakan pola gempa yang terjadi masih dalam kategori normal untuk kawasan tektonik aktif seperti Sulawesi. Masyarakat diminta tetap waspada tanpa perlu melakukan evakuasi massal.
Warga dapat mengakses aplikasi InfoBMKG atau akun media sosial resmi BMKG Kendari untuk mendapatkan informasi terkini. Data gempa diperbarui setiap kali terjadi getaran dengan magnitudo di atas 2,5 SR. Hindari menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.