KOLAKA UTARA — Aksi gotong royong membersihkan lingkungan dihelat di sejumlah titik di wilayah Kolaka Utara pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ratusan peserta dari berbagai komunitas, pelajar, dan aparatur desa turun langsung menyapu jalan, mengumpulkan sampah, dan membersihkan saluran air.
Kegiatan ini tidak berhenti pada aksi bersih-bersih semata. Panitia menyebutkan bahwa sampah yang terkumpul mencapai puluhan karung, sebagian besar berupa plastik dan sampah organik yang menyumbat drainase.
"Kami ingin membiasakan diri bahwa menjaga lingkungan itu dimulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan," ujar salah satu koordinator kegiatan kepada media setempat.
Aksi ini melibatkan perangkat desa, karang taruna, serta kelompok sadar wisata setempat. Mereka menyisir area pemukiman dan pinggir jalan protokol yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar.
Menurut pantauan di lapangan, partisipasi warga cukup tinggi. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat kompak membawa sapu lidi dan kantong sampah sejak pagi hari.
Momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga dimanfaatkan untuk mengedukasi pelajar tentang pentingnya daur ulang sampah. Beberapa peserta membawa poster bertuliskan ajakan menjaga bumi yang dipasang di titik-titik strategis.
Kegiatan serupa diharapkan bisa menjadi agenda rutin bulanan, bukan hanya setahun sekali. Warga berharap pemerintah daerah turut menyediakan tempat sampah terpilah di titik rawan.
Pihak penyelenggara berencana menggelar sosialisasi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai lebih efektif untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dengan semangat gotong royong yang masih kuat di Kolaka Utara, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.