PlayStation Cloud Streaming telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, namun masih menyimpan kelemahan fundamental yang membuatnya sulit disebut sebagai alternatif ideal untuk bermain game. Masalah utamanya bukan hanya pada infrastruktur server, melainkan juga pada pendekatan Sony terhadap teknologi streaming itu sendiri.
Banyak pengguna melaporkan bahwa input lag masih terasa signifikan, terutama pada game bergenre first-person shooter atau fighting yang membutuhkan respons cepat. Ini bukan soal kecepatan internet semata — Sony belum mengadopsi teknologi pengurangan latensi yang sudah lazim digunakan kompetitor seperti GeForce Now milik Nvidia.
Kualitas gambar juga sering turun drastis saat koneksi tidak stabil. Resolusi bisa merosot ke 720p atau bahkan lebih rendah, dengan artefak kompresi yang mengganggu. Untuk pemain di Indonesia, yang rata-rata kecepatan internetnya belum setara negara maju, masalah ini menjadi penghalang utama.
Sony hanya menyediakan game yang sudah termasuk dalam PlayStation Plus Premium untuk layanan streaming-nya. Pemain tidak bisa melakukan streaming game yang sudah mereka beli secara digital atau fisik — sesuatu yang justru ditawarkan oleh layanan Xbox Cloud Gaming. Ini menjadi kelemahan besar karena pengguna merasa tidak memiliki fleksibilitas.
Selain itu, tidak semua game PS5 tersedia untuk streaming. Beberapa judul besar justru tidak bisa diakses lewat cloud, membuat layanan ini terasa setengah hati. Sony juga belum mengonfirmasi apakah game PS5 yang lebih baru akan langsung tersedia untuk streaming pada hari rilis.
Sony merekomendasikan koneksi minimal 15 Mbps untuk streaming 1080p dan 38 Mbps untuk 4K. Angka ini masih sulit dijangkau banyak pengguna di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa. Belum lagi, server PlayStation Cloud belum tersedia di Asia Tenggara — pemain Indonesia harus terhubung ke server Singapura atau Jepang yang menambah latensi.
Microsoft dan Nvidia sudah memiliki pusat data di beberapa negara Asia. Sony sejauh ini belum menunjukkan rencana serius untuk memperluas infrastruktur cloud-nya ke kawasan ini. Bagi pasar Indonesia yang potensial, ketiadaan server lokal menjadi penghalang terbesar.
PlayStation Plus Premium dibanderol sekitar Rp 200.000 per bulan — angka yang cukup mahal untuk layanan yang masih memiliki banyak keterbatasan. Sebagai perbandingan, Xbox Game Pass Ultimate dengan cloud streaming sudah mencakup lebih banyak game, dukungan game yang sudah dibeli, dan server yang lebih tersebar.
Pengguna Indonesia yang sudah membayar mahal untuk layanan ini kerap merasa kecewa karena pengalaman bermain tidak sesuai ekspektasi. Sony perlu mengevaluasi ulang strategi cloud streaming-nya jika ingin serius bersaing di pasar global, termasuk Indonesia.