KENDARI — PW IPHI Sulawesi Tenggara memastikan dr. Hj. Fitri Rizkiani meninggal dalam keadaan khusnul khotimah saat menjalankan tugas mulia melayani jemaah haji asal daerah itu. Ketua PW IPHI Sultra H. Fajar Ishak DJ menyebut kepergian almarhumah merupakan kehilangan besar bagi provinsi tersebut.
“Beliau gugur dalam keadaan khusnul khotimah, meninggal saat menjalankan amanah mulia sebagai petugas kesehatan haji. Ini kehilangan besar bagi Sultra,” ujar Fajar yang juga anggota DPRD Sultra dari dapil Buton, Baubau, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Wakatobi, di Kendari, Senin.
PW IPHI Sultra mengapresiasi dedikasi almarhumah yang tergabung dalam kloter UPG 38 asal Kabupaten Buton Tengah. Sejak awal keberangkatan, dr. Fitri terus mendampingi jemaah, memberikan pelayanan medis, serta memastikan kondisi kesehatan jemaah risiko tinggi tetap terpantau selama di Mekkah.
“Mewakili seluruh keluarga besar IPHI Sultra dan masyarakat, kami mendoakan almarhumah agar ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” kata Fajar.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tenggara, Muhammad Lalan Jaya, membenarkan informasi wafatnya tenaga kesehatan yang tergabung dalam Kloter UPG 38 tersebut. Menurut Lalan, almarhumah meninggal akibat sakit, namun ia belum bisa merinci kondisi medis yang dialami.
“Iya benar, dokter kloter 38. Kalau secara umum dia alergi. Tidak tahu alergi apa. Yang tahu itu bahasa dokter,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait riwayat penyakit almarhumah. Pihak Kemenhaj Sultra masih menunggu informasi lanjutan dari petugas haji di Arab Saudi.
Dengan wafatnya dr. Fitri, jumlah jemaah haji Sultra yang meninggal di Tanah Suci menjadi tiga orang. Sebelumnya, Hj. Siti Asiah dari kloter 34 asal Kabupaten Konawe Selatan wafat pada 28 Mei 2026, disusul H. La Hido dari kloter 39 asal Kabupaten Wakatobi yang wafat pada 29 Mei 2026.