Merger 7 BUMN Karya Mundur ke Akhir 2026, Restrukturisasi Masih Berat

Penulis: Mirza Fachri  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:42:16 WIB
Merger tujuh BUMN Karya ditunda hingga kuartal IV 2026 akibat proses restrukturisasi yang kompleks.

SULAWESI TENGGARA — Nasib tujuh perusahaan konstruksi pelat merah yang akan dilebur menjadi entitas yang lebih kuat masih harus menunggu lebih lama. Dony Oskaria menyatakan, target awal penyelesaian merger pada Juni 2026 tidak akan tercapai. Proses restrukturisasi yang kompleks menjadi penyebab utama kemunduran jadwal tersebut.

"Yang tertunda itu di BUMN Karya, awalnya kan Juni ya. Kemungkinan nanti akan digeser menjadi di kuartal keempat. Karena masih banyak restrukturisasi yang harus diselesaikan," ujar Dony di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).

Skema Penggabungan Tujuh Perusahaan Konstruksi

Dalam rancangan Kementerian BUMN, peta merger ini sudah cukup jelas. Waskita Karya akan dilebur ke dalam Hutama Karya. Nindya Karya dan Brantas Abipraya direncanakan bergabung dengan Adhi Karya. Sementara itu, Wijaya Karya (WIKA) akan merger dengan PP (Pembangunan Perumahan).

Ketujuh perusahaan yang masuk dalam skema ini adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Proses Restrukturisasi Jadi Penghambat Utama

Pekerjaan rumah terberat ada di sisi keuangan masing-masing perusahaan. Sejumlah BUMN Karya masih bergulat dengan utang dan proyek-proyek bermasalah yang menggerogoti neraca keuangan. Restrukturisasi ini menjadi prasyarat mutlak sebelum proses merger bisa dieksekusi.

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Aminuddin Ma'ruf, sebelumnya menyatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Mereka mengkaji skema holdingisasi, merger, hingga pembubaran BUMN yang paling tepat untuk sektor karya.

"Memang proses merger, holdingisasi, pembubaran, hingga pembentukan BUMN itu ada di kami tepatnya (BP BUMN). Sedang kami kaji bagaimana merger kelompok BUMN Karya," ujar Aminuddin di Jakarta, November 2025 lalu.

Dengan mundurnya target ke kuartal IV 2026, pemerintah memiliki waktu lebih panjang untuk merapikan portofolio dan keuangan masing-masing perusahaan. Publik pun menanti apakah konsolidasi ini benar-benar bisa memperkuat daya saing kontraktor pelat merah di tengah ketatnya persaingan industri konstruksi nasional.

Reporter: Mirza Fachri
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top