MUNA — Kepala BPJN Sulawesi Tenggara, Ir. Haryono, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muna pada Rabu (10/6/2026) untuk meninjau langsung salah satu dari 12 ruas jalan yang diusulkan dalam program IJD. Dalam kunjungan yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muna, Mustajab, ST., itu, ditemukan perubahan signifikan pada perencanaan teknis proyek.
Panjang penanganan jalan poros Mantobua-Lohia dipastikan bertambah dari 1,6 kilometer menjadi 2,4 kilometer. Perluasan ini mencakup poros Lohia hingga ke kawasan wisata Napabale.
Perubahan volume ini menjadi kabar baik bagi warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi. Jalan yang lebih panjang diharapkan mampu membuka akses ekonomi dan pariwisata secara lebih luas.
Ir. Haryono mengingatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Muna untuk memastikan seluruh dokumen pendukung, baik administrasi maupun teknis, telah siap sepenuhnya. Ia menekankan agar tidak ada dokumen yang terlupa saat proses unggah ke dalam sistem.
“Jangan sampai ada dokumen yang terlupa atau tertinggal pada saat proses upload. Terlebih lagi, batas akhir penginputan data ke dalam sistem dibatasi hingga Jumat, 12 Juni 2026,” ujar Haryono di sela-sela kunjungan.
Seluruh dokumen yang berhasil diinput melalui aplikasi siTia akan menjadi modal utama Pemda Muna untuk melangkah ke tahapan berikutnya. Dokumen-dokumen tersebut akan dibahas di tingkat pusat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Bappenas.
Di tingkat pusat, kementerian terkait akan melakukan proses skoring terhadap kelayakan usulan. Penilaian tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan krusial, seperti konektivitas jalan terhadap kawasan produksi ketahanan pangan, konektivitas menuju sarana transportasi terhadap SPPG dan KMP, serta dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.
Melihat ketatnya proses seleksi, Pemda Muna sangat mengharapkan dukungan penuh dari legislatif di tingkat pusat. Dukungan Anggota Komisi V DPR RI asal Sultra, Ridwan Bae, dinilai krusial untuk mengawal aspirasi infrastruktur ini agar 12 ruas jalan yang diusulkan dapat terealisasi sepenuhnya.