KOLAKA — Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, mengikuti pelatihan intensif pengembangan produk Kain Mantik dan Tali Rajut yang digagas PT Antam bersama pemerintah setempat. Pelatihan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
CSR & ER Sub Division Head PT Antam UBP Nikel Kolaka, Muhammad Rusdan, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan bagi ibu-ibu yang memiliki minat di bidang menenun dan merajut. "Agar dapat meningkatkan kemampuan serta menghasilkan produk yang lebih inovatif," ujar Rusdan di Kolaka, Senin.
Rusdan menekankan bahwa pengembangan usaha di sektor kerajinan membutuhkan dukungan peningkatan kompetensi dan inovasi produk secara berkelanjutan. Pelatihan yang berlangsung kurang lebih tiga minggu ini diharapkan bisa menjadi modal awal bagi peserta untuk menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.
Materi yang diberikan mencakup teknik pewarnaan alami, pengembangan motif Kain Mantik—yang merupakan tenun khas Kolaka—hingga pembuatan produk turunan berbahan tali rajut seperti tas, dompet, dan aksesori. Hasil karya para peserta nantinya akan dipromosikan melalui pameran di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kolaka, Agus Salim Pamus, mengapresiasi komitmen Antam dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kaum perempuan. "Pelatihan merajut dan pengembangan Kain Mantik ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan perusahaan dalam meningkatkan kreativitas masyarakat," kata Agus.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta seperti ini sangat penting untuk mendorong produk lokal agar memiliki daya saing tinggi, baik di pasar digital maupun pasar wisata nasional. "Kami harap kegiatan ini terus berlanjut. Dan produk-produk yang kita latihkan ini bisa masuk di pasar-pasar," tambah Agus.
Kegiatan pelatihan digelar di Aula Gedung Huko-Huko, Kompleks PT Antam UBP Nikel Kolaka, di Pomalaa. Para peserta dibekali keterampilan yang diharapkan mampu melahirkan produk-produk inovatif, kreatif, dan bernilai jual tinggi untuk menembus pasar yang lebih luas.