7 Unit Aston Martin Valkyrie Ditarik karena Segel Rem Bisa Deformasi, Picu Risiko Kebakaran

Penulis: Panji Pratama  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 04:03:32 WIB
Aston Martin menarik 7 unit Valkyrie 2024 akibat segel rem utama yang bisa deformasi.

SULAWESI TENGGARA — Aston Martin baru saja mengeluarkan pemberitahuan penarikan kembali untuk tujuh unit supercar Valkyrie produksi 2024. Masalah teknis yang ditemukan cukup spesifik dan berkaitan dengan risiko keamanan serius, mulai dari rem mengunci hingga potensi kebakaran pada komponen serat karbon.

Segel Silinder Rem Utama Bisa Berubah Bentuk

Menurut laporan Motor1, masalah berawal dari segel di dalam silinder rem utama yang berisiko mengalami deformasi. Kejadian ini hanya muncul pada versi Valkyrie yang dilengkapi sistem suspensi balap. Jika segel berubah bentuk, cairan rem tidak bisa kembali ke reservoir saat pedal rem dilepaskan, sehingga tekanan rem tidak hilang.

Akibatnya, kampas rem bisa menempel erat pada cakram. Dalam kondisi ekstrem—terutama jika cakram sudah panas dan mobil dikendarai secara agresif—suhu bisa naik hingga membakar resin di saluran pendingin rem belakang yang terbuat dari serat karbon. Motor1 mencatat bahwa skenario ini nyaris mustahil terjadi saat mobil melaju di jalan umum.

Delapan Kondisi Harus Terjadi Bersamaan

Penarikan ini bukan tanpa alasan. Aston Martin merinci delapan kondisi yang harus terjadi secara bersamaan agar masalah muncul. Semuanya berkaitan dengan penggunaan di lintasan balap dengan pengaturan elektronik tertentu. Sistem Kontrol Stabilitas (ESP) harus diatur ke mode Sport, Track, atau nonaktif. Mobil harus mengalami oversteer atau drifting pada kecepatan tinggi, dan pengemudi harus melakukan koreksi setir sekaligus menginjak pedal gas sebelum atau saat mengerem.

Intervensi ESP yang memberikan tekanan hidrolik pada rem tertentu, ditambah injakan pedal rem keras dari pengemudi di momen yang tepat, bisa membuat tekanan rem melonjak dan mengunci. Pengemudi mungkin merasakan keanehan pada pedal rem sebelum sistem benar-benar terkunci. Masalah ini berakar dari desain awal sistem pengereman Valkyrie yang tidak dirancang untuk bekerja simultan dengan ESP atau kontrol traksi yang dapat disesuaikan.

Proses Investigasi dan Perbaikan

Aston Martin pertama kali menyadari potensi masalah ini pada November 2022. Pabrikan langsung bekerja sama dengan pemasok Alcon untuk mencari penyebabnya, yang baru ditemukan pada Februari 2025. Perbaikan desain rampung sekitar sebulan kemudian. Pada akhir Mei, Tim Penilaian Isu Kritis Aston Martin merekomendasikan penarikan sukarela kepada Komite Penarikan Kembali perusahaan.

Pemilik unit terdampak akan diminta membawa mobil ke dealer. Teknisi akan mengganti silinder rem utama dengan komponen baru yang dirancang selaras dengan sistem ESP dan kontrol traksi. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar 5 jam. Meski butuh waktu hampir empat tahun untuk menemukan solusi, kondisi pemicu masalah ini sangat spesifik dan jarang terjadi, bahkan untuk supercar sekelas Valkyrie.

Reporter: Panji Pratama
Sumber: vietnam.vn This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top