KENDARI — Pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) memasuki babak krusial. Senat kampus mengumumkan 10 nama yang berhak melanjutkan kontestasi. Keputusan diambil dalam rapat di Gedung Rektorat UHO, Kamis (18/6/2026), setelah tim verifikasi memeriksa seluruh dokumen pendaftaran.
Ketua Senat UHO, Prof. Dr. Jamili, M.Si, mengonfirmasi bahwa dari total 11 pendaftar, hanya satu nama yang gugur pada tahap administrasi. “Hasil laporan tim verifikasi menunjukkan ada satu bakal calon yang setelah diverifikasi tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan senat, yaitu Prof. Dr. Ashar Bafadal, M.Si,” ujarnya.
Kegagalan tersebut terkait dengan persyaratan pengalaman manajerial. Syarat ini menjadi wajib dalam pencalonan rektor. Dengan demikian, 10 kandidat resmi melaju ke tahap berikutnya dan telah mengikuti pengundian nomor urut seusai rapat penetapan.
Sepuluh nama yang dinyatakan lolos berasal dari berbagai fakultas di UHO. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. H. Sadarun, M.Si; Prof. Dr. Edy Karno, S.Pd., M.Pd; Dr. Herman, S.H., LL.M; Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si; Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande, S.P., M.P.; Prof. Ma’ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D; Dr. Muliddin, S.Si., M.Si; Prof. Rusli, M.Si; Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si; dan Prof. Dr. Yusuf Sabilu, M.Si.
Seluruh kandidat kini bersiap memaparkan visi, misi, dan program kerja di hadapan Senat. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026 di lingkungan kampus hijau UHO.
Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof. Dr. Ir. Ali Bain, M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan teknis. “Panitia akan segera melakukan rapat-rapat teknis untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait laporan proses penyaringan dan penyampaian visi, misi, serta program kerja para bakal calon,” katanya.
Setelah penyampaian visi dan misi, rapat senat tertutup digelar pada 30 Juni 2026 untuk memilih tiga bakal calon terbaik. Panitia juga mengundang perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memastikan proses berjalan sesuai aturan.
Ali Bain menegaskan bahwa sebelum penyampaian visi dan misi, seluruh bakal calon wajib membacakan ikrar integritas. Langkah ini memastikan proses Pilrek berjalan bersih dan bermartabat. “Intinya siap kalah, siap menang, serta menghindari semua bentuk gratifikasi dan pelanggaran integritas akademik yang berlaku,” tegasnya.
Panitia juga mengimbau para kandidat menjaga suasana akademik yang kondusif selama masa sosialisasi. Para bakal calon diminta melakukan pendekatan secara sehat kepada sivitas akademika UHO tanpa tekanan atau imbalan.
Dengan lolosnya 10 kandidat, Pilrek UHO kini memasuki fase penentuan. Dua pekan ke depan menjadi momentum bagi para calon untuk meyakinkan Senat. Tiga nama terbaik akan ditetapkan sebagai pemimpin kampus terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut.