SULAWESI TENGGARA — Pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) resmi mengesahkan dua regulasi anyar yang mengatur keselamatan kendaraan listrik. Standar ini diterbitkan seiring jumlah kendaraan energi baru (NEV) yang beroperasi di China telah mencapai 43,97 juta unit hingga akhir 2025.
Dua regulasi yang dimaksud adalah Safety Requirements for Electric Vehicles (GB18384-2025) dan Safety Requirements for Power Batteries for Electric Vehicles (GB38031-2025). Keduanya mencakup protokol keamanan dari sisi kendaraan hingga komponen penyimpan energinya.
Standar untuk kendaraan mewajibkan adanya mekanisme pemutus daya fisik (one-touch power-off). Fitur ini menggantikan sistem sebelumnya yang hanya mengandalkan perangkat lunak, sehingga pengemudi bisa langsung memutus aliran listrik tegangan tinggi dari baterai dalam kondisi darurat hanya dengan satu tindakan.
Untuk komponen baterai, aturan barunya jauh lebih ketat. Baterai tidak boleh mengalami kebakaran atau ledakan sama sekali dalam kondisi apa pun, meskipun sistem peringatan dini tetap wajib tersedia. Asap yang dihasilkan saat insiden juga tidak boleh membahayakan penumpang.
Produsen juga harus menjalani uji benturan bagian bawah kendaraan (bottom-impact test) untuk memastikan baterai tetap aman saat mobil mengalami tabrakan dari bawah. Selain itu, ada pengujian baru setelah 300 siklus pengisian cepat. Setelah siklus tersebut, baterai harus tetap bebas dari risiko kebakaran atau ledakan saat menjalani uji korsleting eksternal.
Produsen baterai raksasa seperti CATL mengklaim seluruh lini baterai produksi massal untuk kendaraan penumpang dan komersial telah lulus pengujian standar nasional baru pada Mei 2025. BYD juga menyatakan Blade Battery generasi kedua sudah lolos dengan performa melampaui persyaratan minimum.
Meski begitu, para analis industri memperkirakan standar baru ini bakal mendongkrak biaya produksi baterai. Pemerintah China melalui MIIT dan State Administration for Market Regulation akan terus mengoordinasikan penyempurnaan standar, termasuk penerbitan standar Fire Detectors for Vehicles (GB47497-2026) yang fokus pada sistem peringatan dini potensi thermal runaway.