JAKARTA — Piala Dunia 2026 akan memulai babak penyisihan grup pada 26-27 Juni 2026, membuka turnamen yang diikuti 48 tim nasional. Ini adalah pertama kalinya ajang sepak bola tertinggi FIFA memperluas partisipasi dari 32 menjadi 48 negara, menambah jumlah pertandingan dari 64 menjadi 104 laga sepanjang turnamen.
FIFA memutuskan memperbesar jumlah peserta untuk memberi kesempatan lebih banyak negara dari berbagai benua tampil di panggung global. Dengan 48 tim, babak grup akan terdiri dari 12 grup yang masing-masing berisi empat tim, berbeda dengan edisi sebelumnya yang hanya 8 grup.
Konsekuensinya, fase grup berlangsung lebih panjang dan jumlah laga meningkat drastis. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, ini berarti lebih banyak pertandingan yang bisa ditonton selama sebulan penuh.
Dua hari pertama turnamen akan diisi pertandingan pembuka dari beberapa grup. Tim-tim unggulan seperti juara bertahan dan negara tuan rumah dijadwalkan turun lapangan pada periode ini, meski daftar lengkap peserta dan pembagian grup belum diumumkan secara resmi.
Setiap laga akan berlangsung di stadion-stadion yang tersebar di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini juga pertama kalinya Piala Dunia digelar di tiga negara sekaligus.
Perbedaan zona waktu membuat jadwal siaran langsung di Indonesia sebagian besar jatuh pada pagi, siang, atau malam hari, tergantung lokasi pertandingan. Laga di pesisir barat Amerika Serikat, misalnya, bisa tayang dini hari waktu Indonesia.
Bagi pecinta sepak bola tanah air, Piala Dunia 2026 menjadi momen langka karena jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah. Setiap hari selama fase grup, minimal empat laga akan digelar, memberi variasi tim dan gaya bermain yang lebih luas.
Dengan 48 peserta, persaingan di Piala Dunia 2026 diprediksi lebih ketat. Tim-tim dari konfederasi yang sebelumnya jarang lolos, seperti dari Oseania atau Afrika, kini punya peluang lebih besar. Namun, tim-tim tradisional seperti Brasil, Jerman, Argentina, dan Prancis tetap menjadi unggulan.
Bagi penggemar Indonesia, dukungan terhadap tim nasional negara tetangga atau pemain keturunan yang berlaga di luar negeri bisa menjadi daya tarik tersendiri. Setidaknya, turnamen ini menjanjikan lebih banyak cerita dan kejutan dibanding edisi-edisi sebelumnya.