SULAWESI TENGGARA — Perplexity, startup yang dikenal dengan mesin pencari berbasis chatbot, meluncurkan browser bernama Comet. Produk ini bisa merangkum email, menjelajah halaman web, hingga mengirim undangan kalender. Saat ini Comet hanya tersedia untuk pelanggan paket Max seharga USD 200 per bulan, dengan opsi masuk daftar tunggu bagi pengguna lain.
The Browser Company—pembuat Arc browser—memperkenalkan Dia, browser AI yang tampilannya mirip Chrome namun dibekali alat chat pintar. Dia bisa mengakses seluruh situs yang pernah dikunjungi pengguna untuk membantu menemukan informasi dan menyelesaikan tugas. Akses awal masih terbatas untuk anggota Arc, sementara non-anggota bisa mendaftar waitlist.
Opera meluncurkan Neon, browser dengan kesadaran kontekstual yang mampu meneliti, berbelanja, dan menulis kode. Menariknya, Neon tetap bisa bekerja saat pengguna offline. Tersedia untuk macOS dan Windows dengan langganan USD 19,90 per bulan.
OpenAI juga ikut meramaikan dengan Atlas, browser yang memungkinkan pengguna bertanya ke ChatGPT tentang hasil pencarian dan menjelajah situs langsung dari chatbot. Mode "agent" memungkinkan ChatGPT menyelesaikan tugas atas nama pengguna. Atlas baru tersedia untuk macOS sejak Oktober, dengan rencana rilis ke Windows, iOS, dan Android.
Aside, yang didukung Y Combinator, adalah platform otomatisasi berbasis browser yang bisa mengisi formulir, mengelola data, dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Pengguna cukup memberikan kata sandi, riwayat penelusuran, dan konteks browser. Saat ini masih dalam tahap waitlist.
Jatter hadir sejak Juni dengan kemampuan menjawab pertanyaan tentang halaman web, menggali wawasan, dan memberi rekomendasi personal berdasarkan aktivitas browsing. Dilengkapi aplikasi Catatan terintegrasi yang bisa merangkum konten. Jatter gratis di Mac, Windows, iOS, dan Android, dengan opsi langganan USD 10 per bulan.
Brave dikenal sebagai browser yang memblokir iklan dan pelacak secara bawaan. Pengguna bisa memilih untuk melihat iklan dan mendapatkan imbalan dalam bentuk Basic Attention Token (BAT), plus berbagi pendapatan iklan dengan situs favorit. Fitur tambahan meliputi VPN, asisten AI, dan panggilan video.
DuckDuckGo, yang sudah eksis sejak 2008, baru-baru ini menambahkan fitur AI generatif seperti chatbot. Pemblokir penipuan juga ditingkatkan untuk mendeteksi lebih banyak modus, termasuk pertukaran kripto palsu, taktik scareware, dan situs e-commerce fraud.
Bagi pengguna Indonesia yang ingin mencoba alternatif selain Chrome dan Safari, pilihan di atas bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan—apakah mengutamakan kecerdasan buatan, privasi, atau kenyamanan berselancar.