WAKATOBI — Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima laporan kehilangan seorang nelayan setelah longboat milik LD Kamsul mengalami mati mesin di perairan antara Pulau Wanci dan Pulau Kapota. Korban berangkat dari Marina Togo Mowondu menuju karang Pulau Kapota untuk memancing sekitar pukul 14.00 Wita.
Kejadian bermula ketika korban hendak memancing pada Rabu (23/9/2026). Sekitar pukul 15.30 Wita, ia menghubungi pihak keluarga dan memberitahukan bahwa longboat miliknya hanyut ke arah barat menuju perairan Pulau Buton.
Istri Korban Laporkan Kejadian ke KPP Kendari
Mengetahui suaminya terbawa arus, Jumaati selaku istri korban melaporkan peristiwa tersebut ke KPP Kendari pada pukul 17.30 Wita. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan memberangkatkan Tim Rescue Pos Search and Rescue (SAR) Wakatobi menuju last known position (LKP) pada pukul 17.54 Wita.
Pergerakan tim berlangsung cepat. Pada pukul 18.30 Wita, KPP Kendari menerima informasi bahwa tim lapangan telah menemukan lokasi keberadaan korban.
Longboat Ditarik Rekan Nelayan Sejauh 14 Mil Laut
Saat dijumpai, longboat milik korban tengah ditarik oleh rekan sesama nelayan sekitar 14 mil laut (NM) dari LKP. Kondisi korban dilaporkan selamat.
"Pada pukul 18.30 Wita terima informasi dari tim di lapangan yang telah bertemu dengan korban di mana dalam kondisi sementara ditarik longboatnya oleh rekan sesama nelayan sekitar 14 NM arah timur dari LKP duga," ujar Kepala KPP Kendari, Amiruddin, melalui keterangan resmi, Rabu (23/9).
Operasi SAR Ditutup, Korban Tiba di Marina Togo Mowondu
Tim SAR kemudian mengawal korban hingga tiba di Marina Togo Mowondu. Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.