Pemilik Toyota Innova Hycross Hybrid Ngamuk Usai Isi BBM E20, Toyota Bantah Bahan Bakar Jadi Biang Kerusakan

Penulis: Obi Permana  •  Senin, 06 Juli 2026 | 16:20:02 WIB
Pemilik Toyota Innova Hycross hybrid di India mengeluhkan kerusakan mobil usai mengisi BBM E20.
BBM E20, Toyota Bantah Bahan Bakar Jadi Biang Kerusakan LEAD: Manish Kashyap, pemilik Toyota Innova Hycross hybrid di India, mengamuk setelah mobil barunya rusak parah. Ia mengklaim bahan bakar E20 sebagai penyebabnya. Toyota membantah tegas dan menyebut masalah terjadi akibat kontaminasi bahan bakar, bukan karena kandungan etanol. ISI:

SULAWESI TENGGARA — Insiden ini bermula dari unggahan video Kashyap yang viral di media sosial. Dalam rekaman itu, ia menunjukkan mobilnya mengalami getaran mesin, knocking, hingga gejala mogok. Kashyap, figur publik asal Bihar, India, mengklaim sampel bahan bakar dari tangki mobilnya mengandung kadar etanol mencapai 40 persen—jauh di atas standar E20—serta terlihat kontaminasi dan pemisahan antara bensin dan etanol di dalam botol sampel.

Kronologi Kerusakan dan Klaim Kadar Etanol Abnormal

Kashyap mengatakan masalah mulai muncul setelah beberapa kali mengisi BBM di SPBU. Ia mengutip pernyataan teknisi kepala bengkel resmi Toyota yang memeriksanya: pemilik tidak mungkin menambahkan etanol sendiri, sehingga sumber kontaminasi pasti berasal dari pompa bensin. Teknisi itu juga mengungkapkan keluhan serupa pernah terjadi pada model Toyota lain seperti Urban Cruiser Hyryder, Taisor, dan Glanza.

Namun, klaim Kashyap bahwa etanol mengendap di tangki hingga kadarnya menumpuk dari 20 menjadi 40 persen dibantah media otomotif Cartoq. Pada mobil modern, pompa bahan bakar bertekanan rendah berada di dasar tangki dan terus mengaduk campuran bensin saat mesin menyala. Akibatnya, etanol tidak bisa mengendap dan menumpuk.

Fenomena Phase Separation Lebih Mungkin Jadi Biang Kerok

Alih-alih kadar etanol berlebih, para ahli lebih menduga fenomena phase separation sebagai penyebabnya. Etanol bersifat higroskopis, alias mudah menyerap air. Jika air masuk ke dalam tangki—baik dari SPBU yang terkontaminasi atau karena mobil lama tidak dipakai—etanol dan air akan terpisah dari bensin dan mengendap di dasar tangki. Pompa bahan bakar kemudian menyedot campuran air-etanol ini lebih dulu, yang langsung mengganggu pembakaran dan memicu performa mesin menurun drastis.

Kashyap frustrasi karena merasa dirinya tak bersalah. Ia menyebut telah membayar pajak hingga 18 lakh rupee (sekitar Rp339 juta) untuk mobil tersebut, dan memilih versi hybrid yang lebih mahal 5 lakh rupee (Rp94 juta) karena dianggap ramah lingkungan. Ia bahkan menyalahkan Menteri Transportasi India, Nitin Gadkari, atas kebijakan peralihan ke E20 dan menuntut konsumen tetap diberi opsi bensin reguler.

Bantahan Resmi Toyota: Bukan E20, Tapi BBM Terkontaminasi

Menanggapi viralnya kasus ini, Toyota India mengeluarkan pernyataan resmi. Pabrikan asal Jepang itu menegaskan bahwa Innova Hycross hybrid telah dirancang, diuji, dan disertifikasi untuk kompatibel dengan bahan bakar E20. "Berdasarkan asesmen teknis mendetail, masalah ini disebabkan oleh kontaminasi bahan bakar. Inspeksi kami memastikan tidak ada kerusakan pada komponen kendaraan atau sistem bahan bakarnya," demikian bunyi pernyataan Toyota, dikutip dari Rushlane.

Toyota mengklaim telah menguras dan membersihkan tangki serta saluran bahan bakar secara menyeluruh, lalu mengisi ulang dengan BBM E20 standar. Mobil pun dinyatakan normal dan telah dikembalikan ke pelanggan. "Jelas terlihat bahwa insiden ini semata-mata disebabkan oleh bahan bakar tak standar dan terkontaminasi," tegas Toyota.

Persoalan lain yang menjadi sorotan Kashyap adalah cakupan garansi. Pihak bengkel mengindikasikan bahwa garansi tidak bisa melindungi jika masalah dikategorikan sebagai kontaminasi bahan bakar. "Saya sudah mengeluarkan banyak uang untuk mobil ini dan membayar pajak, hanya untuk mendapati mobil saya tidak bisa jalan setelah dua bulan," keluhnya. Toyota pun mengimbau konsumen untuk selalu mengisi BBM di SPBU resmi dan terpercaya guna meminimalkan risiko kontaminasi atau pengoplosan.

Reporter: Obi Permana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top