Pemerintah Kota Kendari menetapkan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram sebesar Rp20.000 per tabung di pangkalan, dengan batas waktu hingga 4 Oktober 2026 bagi pengecer untuk menghabiskan stok sebelum penertiban dilakukan. Kebijakan tersebut mulai mempengaruhi aktivitas pedagang eceran di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang selama ini menjual gas bersubsidi kepada masyarakat. Sejumlah pedagang memilih mengurangi stok dan menyesuaikan harga jual yang bervariasi antara Rp25.000 hingga Rp35.000 per tabung.
KENDARI — Rina (29), pedagang eceran di Kendari, mengaku mulai mengurangi stok LPG 3 kilogram setelah mengetahui adanya kebijakan penertiban penjualan gas bersubsidi. Ia mengaku tidak mau mengisi ulang stok meski ada pihak yang menawarkan pengisian.
"Saya baca berita juga, makanya karena stok gas saya tidak terlalu banyak, ada yang tawarkan pengisian saya tidak mau mengisi dulu," kata Rina.
Rina yang menjual LPG 3 kg sejak 2019 biasanya hanya menyediakan sekitar delapan tabung untuk dijual kepada pelanggan. Menurut dia, penjualan LPG 3 kg tidak menentu karena sebagian masyarakat memilih membeli langsung di pangkalan.
"Penjualannya kadang terjual dua tabung, tiga, kadang tidak ada juga," ujarnya.
Harga Jual Bervariasi Rp25.000 hingga Rp35.000 per Tabung
Rina memperoleh LPG 3 kg dari pihak yang mengantarkan gas ke warung. Harga jual kepada konsumen kemudian menyesuaikan harga yang diterimanya dari pemasok.
Ia menjual LPG 3 kg dengan harga yang bervariasi mulai Rp25.000 hingga Rp35.000 per tabung. "Kadang saya jual Rp25.000, kadang Rp30.000, kadang sampai Rp35.000 tergantung harga yang diberikan yang mengantarkan," katanya.
Pedagang lainnya, Intan (27), mengatakan baru menjual LPG 3 kg kurang dari setahun. Dalam sehari, penjualan gas di warungnya berkisar tiga hingga lima tabung, tetapi terkadang tidak ada yang terjual.
Intan Beli Rp25.000-Rp26.000, Jual Rp30.000 per Tabung
Intan mengaku memperoleh LPG 3 kg dari pemasok yang mengantarkan langsung ke warung. Ia menjual gas tersebut sekitar Rp30.000 per tabung setelah membelinya dengan harga Rp25.000 hingga Rp26.000.
"Kalau sekarang ini tidak ada pasokan, kecuali yang lama-lama harganya jauh sekali. Tapi saya tidak pernah jual mahal," kata Intan.
Ia mengatakan saat ini masih memiliki empat tabung LPG 3 kg dan akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait penertiban penjualan gas bersubsidi tersebut.
Konsumen Kesulitan Dapat Gas, Berharap Harga Sesuai Ketentuan
Olivia (17), salah seorang konsumen, mengatakan biasanya membeli LPG 3 kg di kios ketika tidak memperoleh gas di pangkalan. Ia mengatakan harga LPG 3 kg yang dibelinya biasanya berkisar Rp25.000 hingga Rp35.000.
Pada saat ditemui, harga LPG 3 kg yang harus dibayarnya mencapai Rp35.000. "Untuk sekarang ini tidak mudah mendapatkan gas karena ada penertiban. Gas yang ada biasanya sudah di stok di kios," katanya.
Olivia berharap penertiban distribusi LPG 3 kg dapat membuat masyarakat lebih mudah memperoleh gas dengan harga yang sesuai ketentuan. "Saya berharap supaya mudah mendapatkan gas dan harganya juga sesuai," ujarnya.
Pemerintah Kota Kendari sebelumnya menetapkan HET LPG 3 kg di pangkalan sebesar Rp20.000 per tabung. Batas waktu hingga 4 Oktober 2026 diberikan bagi pengecer untuk menghabiskan stok sebelum penertiban dilakukan.