MUNA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Festival Liangkabori di kawasan situs purba Gua Metanduno, Sabtu (11/7/2026). Ia didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Bupati Muna Bachrun Labuta, dan Wakil Bupati La Ode Asrafil Ndoasa.
Rombongan menteri juga mencakup dua direktur jenderal, Wakil Menteri Dalam Negeri III, Dirjen Pemerintahan Desa Kemendagri, Deputi Infrastruktur Pariwisata, Deputi Event Kementerian Pariwisata, serta perwakilan BRIN. Fokus utama kunjungan: melihat langsung lukisan telapak tangan manusia purba berusia 67.800 tahun di Gua Metanduno.
Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) La Ode Syarif, putra asli Muna, menyambut baik kunjungan Menteri Fadli Zon. Menurut Syarif, kehadiran menteri menjadi momentum strategis mendorong Liangkabori sebagai aset dunia.
Syarif menekankan bahwa kelestarian situs prasejarah bertumpu pada keaslian yang harus terjaga. "Dengan kemampuan keuangan daerah yang minim, sudah saatnya Liangkabori dijadikan sebagai cagar budaya nasional," kata Syarif.
Status cagar budaya nasional mampu memperluas promosi situs ke mancanegara. La Ode Syarif meyakini langkah itu bakal mendatangkan wisatawan asing yang tertarik mempelajari situs-situs tertua di dunia.
"Bila banyak wisatawan yang masuk, otomatis dapat meningkatkan PAD," terang Syarif. Ia menambahkan, kekayaan ilmu budaya Liangkabori diharapkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Pemerintah Kabupaten Muna, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Pemerintah Pusat diminta berkolaborasi menjaga kelestarian situs. Tanpa kerja sama lintas level, risiko kerusakan situs purba bernilai global semakin besar.
Pembukaan Festival Liangkabori bertepatan dengan kunjungan menteri menjadi langkah awal memperkenalkan potensi budaya Muna ke publik yang lebih luas. Festival itu diharapkan menjadi agenda tahunan yang mengundang wisatawan dan peneliti.
Gua Metanduno di Desa Liangkabori menyimpan lukisan telapak tangan manusia purba, salah satu temuan tertua di Indonesia. BRIN sebelumnya terlibat dalam riset penanggalan situs yang menunjukkan angka 67.800 tahun.